— Marcelo Gallardo, pelatih paling sukses dalam sejarah River Plate, akan memimpin laga terakhirnya di klub tersebut pada hari Kamis, 27 Februari 2026. Keputusan ini menandai akhir dari periode kedua sang pelatih di klub raksasa Argentina itu, menyusul serangkaian hasil buruk yang dialami tim.

Kekalahan 1-0 dari Vélez Sarsfield pada Minggu, 23 Februari 2026, menjadi pukulan telak yang mempercepat keputusan Gallardo. Kekalahan tersebut merupakan yang ke-12 dalam 20 pertandingan terakhir River Plate, mengindikasikan tren penurunan performa yang signifikan selama masa kepelatihannya kali ini.

Akhir Periode Kedua yang Mengecewakan

Kepastian perpisahan ini diumumkan melalui sebuah video resmi yang dirilis oleh klub pada Senin, 24 Februari 2026, setelah sesi latihan. Pengumuman ini datang setelah serangkaian hasil negatif yang membentuk lintasan tim belakangan ini dan akhirnya mengakhiri babak penting dalam sejarah River Plate.

Dalam video yang emosional, Gallardo menyampaikan keputusannya dengan nada suara bergetar dan jeda panjang, mengungkapkan rasa terima kasih kepada institusi dan para pendukung. Ia mengakui rasa sakit karena tidak mampu mencapai target yang telah ditetapkan untuk tim. “Ini adalah salah satu keputusan tersulit dalam hidup saya,” ujar Gallardo, seraya berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan.

Periode kedua Gallardo di River Plate tidak mampu meniru kesuksesan yang mendefinisikan era pertamanya. Tim mengalami 13 kekalahan dalam 20 pertandingan terakhir, sebuah rentetan yang melemahkan proyek olahraga klub. Kekalahan terbaru dari Vélez Sarsfield terbukti menjadi penentu. Performa yang tidak konsisten dan jarak yang semakin lebar dari tujuan klub mendorong pelatih untuk merefleksikan masa depannya dan akhirnya mengundurkan diri.

Perpisahan Simbolis di El Monumental

Pertandingan melawan Banfield pada hari Kamis, 27 Februari 2026, di Stadion Monumental akan menjadi penampilan terakhir Gallardo di bangku cadangan River Plate. Laga ini menjadi momen simbolis bagi seorang pelatih yang telah mendefinisikan sebuah era di klub tersebut. Setelah pertandingan melawan Vélez, Gallardo secara pribadi menyapa para pemain, staf medis, dan personel klub sebuah momen yang tidak luput dari perhatian.

Gallardo, yang dikenal dengan julukan “El Muñeco”, pertama kali mengambil alih kemudi River Plate pada Juni 2014. Selama delapan setengah tahun pertamanya, ia berhasil mempersembahkan 14 gelar, termasuk dua Copa Libertadores, enam Piala Argentina, dan satu Liga Argentina pada tahun 2021. Ia memimpin River dalam 422 pertandingan dengan rekor 227 kemenangan, 111 seri, dan 84 kekalahan. Periode keduanya yang dimulai pada 5 Agustus 2024, sayangnya tidak menghasilkan trofi dan diwarnai hasil yang kurang memuaskan.

Warisan dan Masa Depan

Meskipun fase terakhir ini diwarnai kesulitan dalam mempertahankan keunggulan kompetitif yang pernah menjadikan klub sebagai kekuatan kontinental, warisan historis Marcelo Gallardo tetap utuh. Keputusannya untuk mundur mengakhiri sebuah babak emosional di bangku River Plate dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan klub.

Gallardo menyatakan harapannya agar institusi River Plate terus berkembang dan segera kembali meraih hasil yang mencerminkan statusnya. Pengunduran dirinya ini memperkuat jejak abadi Gallardo di River Plate, mengukuhkannya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sepak bola Amerika Selatan.