Ihram.co.id — Persis Solo akhirnya bisa sedikit bernapas lega setelah menutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026 dengan kemenangan penting. Mengalahkan Semen Padang 3-2 di Stadion Haji Agus Salim pada Minggu (11/1/2026) menjadi titik balik yang mengakhiri puasa kemenangan panjang Laskar Sambernyawa.
Namun, kemenangan tersebut sama sekali belum menjadi jaminan keselamatan. Perjalanan Persis untuk keluar dari jeratan degradasi masih sangat panjang dan penuh rintangan. Putaran kedua justru menghadirkan tantangan yang lebih berat, baik dari sisi jadwal, konsistensi permainan, maupun kualitas skuad secara keseluruhan.
Posisi Klasemen Masih Rawan
Tambahan tiga poin dari laga kontra Semen Padang membawa Persis naik dari dasar klasemen. Untuk sementara, tim asuhan Milomir Seslija menempati peringkat ke-16 dengan koleksi 10 poin dari 17 pertandingan, atau satu tingkat di bawah zona aman.
Jarak dengan zona selamat memang belum terlalu jauh. Persis hanya terpaut tiga poin dari PSBS Biak yang berada satu strip di atas mereka. Namun, selisih tipis ini justru membuat setiap laga di putaran kedua menjadi sangat krusial. Satu hasil buruk bisa kembali menyeret Persis ke posisi paling bawah.
Langsung Dihadang Jadwal Berat
Persis tak punya waktu untuk larut dalam euforia kemenangan. Putaran kedua langsung dibuka dengan rangkaian pertandingan berat yang berpotensi menguras fisik dan mental pemain.
Pada pekan ke-18 dan ke-19, Persis harus menjamu dua tim papan atas, yakni Borneo FC dan Persib Bandung. Borneo FC masih menjadi salah satu kandidat kuat juara, sementara Persib saat ini memimpin klasemen dan tampil sangat konsisten.
Setelah itu, tantangan tak kalah besar menanti saat Persis bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada pekan ke-20 dalam laga Derby Mataram. Selain sarat gengsi, PSIM juga tampil mengejutkan musim ini dengan bertengger di papan atas sebagai salah satu tim promosi terbaik.
Dalam tiga laga awal putaran kedua tersebut, target realistis bagi Persis adalah mengamankan poin, bukan sekadar mengejar kemenangan. Minimal satu poin di setiap laga bisa menjadi bekal penting untuk menjaga asa bertahan.
Keuntungan Jadwal Kandang yang Harus Dimaksimalkan
Jika melihat jadwal secara keseluruhan, Persis sebenarnya memiliki peluang untuk bangkit. Pada putaran pertama, mereka lebih sering bermain tandang dengan hanya tujuh laga kandang dan sepuluh laga tandang.
Situasi itu akan berbalik di putaran kedua. Persis dijadwalkan memainkan sepuluh pertandingan kandang dan hanya tujuh laga tandang. Bahkan, dari enam laga awal putaran kedua, lima di antaranya digelar di Stadion Manahan.
Sayangnya, keuntungan ini justru dibayangi catatan buruk. Persis menjadi satu-satunya tim yang belum meraih kemenangan kandang di putaran pertama. Dari tujuh laga home, mereka hanya meraih dua poin dan menelan lima kekalahan.
Ironisnya, dua kemenangan Persis musim ini justru diraih saat bermain tandang. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar yang wajib dibenahi jika ingin bertahan di kasta tertinggi.
Lini Belakang Jadi Masalah Utama
Di luar soal jadwal, masalah paling krusial Persis terletak pada sektor pertahanan. Hingga akhir putaran pertama, gawang Laskar Sambernyawa sudah kebobolan 38 gol dari 17 pertandingan, jumlah terbanyak di liga.
Dalam lima laga terakhir saja, Persis sudah kemasukan 16 gol. Bahkan saat menang melawan Semen Padang, mereka tetap kebobolan dua gol. Sepanjang putaran pertama, Persis hanya mampu mencatat satu clean sheet, yakni saat menahan Bali United 0-0.
Statistik ini menunjukkan bahwa perbaikan lini belakang menjadi prioritas mutlak, baik melalui perubahan strategi maupun tambahan pemain di bursa transfer paruh musim.
Harapan Masih Ada, Tapi Tak Mudah
Peluang Persis Solo untuk lolos dari degradasi masih terbuka, namun jalannya jelas tidak mudah. Konsistensi, mental bertanding, dan efektivitas di kandang akan menjadi kunci utama.
Jika Persis mampu memperbaiki pertahanan dan mulai memaksimalkan laga kandang, mereka masih punya kans untuk bertahan. Namun jika masalah lama terus berulang, ancaman degradasi akan semakin nyata hingga akhir musim.
Ikuti Ihram.co.id
