Ihram.co.id — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) membuka rekrutmen Tamtama Prajurit Karier (PK) Gelombang II/A-92 Tahun Anggaran 2026. Masa pendaftaran rekrutmen ini berlangsung hingga 21 Februari 2026 melalui laman resmi penerimaan prajurit TNI AU.
Alur Pendidikan dan Hak Prajurit Siswa
Pendaftar yang lolos seleksi akan menjalani pendidikan dasar keprajuritan di Skadron Pendidikan (Skadik) 403, Wing Pendidikan (Wingdik) 400/Matukjur Pusdik Kodiklatau.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2010, prajurit siswa merupakan warga negara yang sedang menjalani pendidikan pertama untuk menjadi prajurit TNI.
Selama masa pendidikan pertama, prajurit siswa menerima uang saku pendidikan dan rawatan prajurit.
Fasilitas tersebut mencakup perlengkapan perseorangan, pakaian dinas, ransum pangan, serta akomodasi berupa asrama atau mess.
Rawatan prajurit juga meliputi layanan kesehatan, pembinaan mental dan jasmani, bantuan hukum, asuransi jiwa, hingga cuti. Setelah lulus pendidikan pertama, mereka akan diangkat menjadi Tamtama PK TNI AU dengan pangkat pertama Prajurit Dua (Prada).
Syarat Umum Pendaftaran Tamtama PK 2026
Terdapat sejumlah kriteria umum dan administrasi yang harus dipenuhi oleh para pelamar, antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI) laki-laki dengan tinggi badan minimal 163 cm.
- Usia minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun saat pembukaan pendidikan pada 2 Mei 2026.
- Pendidikan minimal lulusan SMA, SMK, MA, atau sederajat.
- Tidak memiliki catatan kriminalitas tertulis dari Polri dan sehat jasmani maupun rohani.
- Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama pendidikan hingga dua tahun setelah lulus.
- Bersedia menjalani ikatan dinas pertama (IDP) selama 10 tahun dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
Pendaftar yang berusia di bawah 21 tahun wajib mendapatkan persetujuan dari orang tua atau wali. Bagi pelamar yang sudah bekerja, harus melampirkan surat izin dari instansi terkait dan bersedia diberhentikan dari status karyawan jika diterima.
Ketentuan Kesehatan dan Kemampuan Khusus
TNI AU menetapkan kriteria kesehatan spesifik, termasuk larangan bertato, bekas tato, serta tindik pada anggota badan, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan adat.
Pendaftar juga disyaratkan tidak buta warna, tidak memiliki riwayat TB paru aktif, dan tidak pernah menjalani terapi ortho-K.
Bagi pelamar yang pernah menjalani bedah refraksi seperti PRK, Lasik, atau Relex Smile, diperbolehkan mendaftar dengan ketentuan tindakan dilakukan minimal 3 bulan sebelum seleksi. Batas refraksi sebelum operasi maksimal 5 dioptri dengan hasil tajam penglihatan setelah operasi mencapai 1.0 atau visus 6/6.
Pendaftar yang memiliki kemampuan bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, Rusia, Prancis, Spanyol, atau Korea dapat menyertakan sertifikat resmi.
Prestasi minimal juara tingkat nasional juga dapat dilampirkan melalui sertifikat atau piagam penghargaan.
Tata Cara Pendaftaran dan Jadwal Seleksi
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi https://diajurit.tni-au.mil.id. Setelah mendaftar secara online, peserta diwajibkan melakukan daftar ulang di Pangkalan Udara (Lanud) yang telah ditunjuk sesuai informasi di laman rekrutmen.
Seluruh tahapan pemeriksaan dan pengujian dalam rekrutmen ini tidak dipungut biaya atau gratis. Seleksi tingkat pusat direncanakan berlangsung pada 10 hingga 30 April 2026 yang berlokasi di Lanud Adi Soemarmo, Jawa Tengah.
Informasi detail mengenai persyaratan dokumen seperti ijazah yang dilegalisasi, SKHUN, rapor, serta kartu jaminan kesehatan aktif (BPJS/KIS) dapat diakses melalui portal resmi rekrutmen TNI. Orang tua atau wali peserta juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan tidak melakukan suap atau kolusi selama proses seleksi.
Informasi lengkap mengenai pendaftaran dan persyaratan Tamtama PK TNI AU 2026 tersebut dipublikasikan melalui situs resmi TNI AU di diajurit.tni-au.mil.id dan rekrutmen-tni.mil.id.
Ikuti Ihram.co.id
