Manchester City menelan kekalahan 1-3 saat bertandang ke markas Bodo/Glimt dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (21/1) dini hari WIB.

Manajer The Citizens, Pep Guardiola, menyatakan hasil minor tersebut tidak mengejutkan baginya mengingat perkembangan pesat tim asal Norwegia itu.

Bodo/Glimt tampil dominan dengan mencetak dua gol cepat melalui aksi Kasper Hogh pada menit ke-22 dan ke-24.

Keunggulan tuan rumah bertambah di babak kedua lewat sepakan Jens Hauge pada menit ke-58, sebelum Rayan Cherki memperkecil ketertinggalan dua menit berselang.

Pengakuan Pep Guardiola atas Kualitas Bodo/Glimt

Sebelum laga dimulai, Guardiola sebenarnya telah memberikan peringatan mengenai kekuatan lawan.

Ia menyoroti transformasi Bodo/Glimt yang semula berada di divisi kedua hingga mampu menembus kompetisi elit Eropa dalam waktu singkat.

“Lima atau enam tahun lalu mereka berada di divisi kedua, sekarang bermain di Liga Champions dan semifinal Liga Europa musim lalu! Rasa hormat yang sangat besar. Kami sangat menghormati mereka,” ujar Guardiola sebagaimana dikutip dari laman resmi UEFA.

Dampak Dua Gol Cepat Tuan Rumah

Pasca-pertandingan, Guardiola menegaskan bahwa kekalahan ini merupakan konsekuensi dari performa solid lawan.

Ia mengakui bahwa dua gol kilat di babak pertama merusak rencana permainan Manchester City secara keseluruhan.

“Kekalahan ini tidak mengejutkan saya. Musim lalu mereka bermain sampai semifinal Liga Europa. Mereka tim yang bagus,” ungkap Guardiola kepada TNT Sports.

Pelatih asal Spanyol itu menambahkan bahwa situasi menjadi sangat sulit bagi timnya setelah tertinggal dua gol dalam waktu singkat.

“Ketika mereka mencetak dua gol cepat, itu menyulitkan kami,” pungkasnya.