— Persib Bandung dipastikan menutup paruh pertama BRI Liga 1 musim 2025/26 dengan menduduki puncak klasemen. Namun, tantangan sesungguhnya diprediksi baru akan dihadapi tim berjuluk Maung Bandung ini pada putaran kedua kompetisi.

Di putaran kedua, Persib akan menghadapi upaya keras dari tim-tim pesaing yang berambisi menghentikan langkah mereka untuk mencetak sejarah hattrick juara liga. Tekanan besar dari berbagai pihak pun tak terhindarkan, mengingat ekspektasi tinggi publik dan suporter mengiringi konsistensi penampilan Persib sepanjang paruh musim.

Menanggapi hal tersebut, Pelatih Persib Bojan Hodak mengaku telah sangat terbiasa dengan situasi yang dihadapi timnya. Menurut pelatih asal Kroasia itu, bermain untuk Persib berarti harus siap hidup berdampingan dengan tekanan dalam setiap momen.

“Bermain di Persib, setiap pertandingan selalu ada tekanan. Orang-orang berekspektasi tinggi karena sekarang kami bisa memenangkan setiap pertandingan,” ujar Hodak dikutip dari jpnn, Minggu (18/1).

Ia menilai tekanan tersebut bukanlah hal baru bagi skuadnya. Selama tiga tahun terakhir, Persib disebut telah terbiasa berada di bawah sorotan publik.

“Ini sesuatu yang buat kami sudah terbiasa. Kami sudah sehari-hari hidup seperti ini dalam tiga tahun. Hal yang normal di Persib,” lanjutnya.

Persaingan Ketat di Putaran Kedua

Memasuki putaran kedua, Hodak memprediksi persaingan di BRI Liga 1 akan semakin meningkat. Sejumlah klub diprediksi siap menjadi batu sandungan bagi Persib dalam perburuan gelar juara.

Borneo FC Samarinda, Persija Jakarta, Malut United FC, dan Persebaya Surabaya masuk dalam daftar tim yang dianggap sebagai pesaing serius bagi Persib. Selain itu, Dewa United Banten FC juga dinilai berpotensi memberikan kejutan di sisa kompetisi.

“Persija Jakarta dan Malut United paling banyak mengeluarkan uang. Mereka pesaing terberat kami. Borneo FC juga,” kata Hodak.

Ia juga menyoroti performa Dewa United yang dinilai agresif dalam membangun kekuatan tim pada musim ini.

“Bisa saja Dewa United memberikan kejutan. Mereka juga menginvestasikan banyak uang untuk mendapatkan pemain bagus,” ucapnya.

Sementara itu, Persebaya Surabaya juga tak luput dari perhatian Hodak. Terutama setelah tim berjuluk Bajol Ijo tersebut melakukan pergantian pelatih dan mendatangkan sejumlah pemain baru.

“Mungkin Persebaya juga. Mereka mengganti pelatih dan mendatangkan beberapa pemain baru. Mereka bisa menjadi berbahaya,” pungkas Hodak.