Ihram.co.id — Persib Bandung berhasil merebut puncak klasemen Liga Indonesia musim 2025/2026 setelah meraih kemenangan penting. Namun, sorak-sorai kemenangan tersebut diimbangi dengan peringatan dari pelatih kepala, Bojan Hodak, yang menekankan bahwa persaingan di kompetisi sepak bola nasional sangatlah ketat dan tidak ada jaminan bagi tim papan atas untuk selalu meraih hasil positif.
Kemenangan Persib atas Persita Tangerang dengan skor 1-0 pada pekan ke-22, ditambah kekalahan Borneo FC dari Dewa United, membuat ‘Maung Bandung’ kini memimpin klasemen dengan raihan 50 poin. Posisi ini membuat Persib unggul empat poin dari pesaing terdekatnya.
Sementara itu, Persija Jakarta menempati peringkat kedua dengan 50 poin, dan Borneo FC berada di posisi ketiga dengan 46 poin. Persib dan Borneo FC sama-sama baru memainkan 21 pertandingan, menyisakan satu laga tunda yang berpotensi mengubah peta persaingan.
Ketatnya Persaingan Liga Indonesia
Meskipun berada di posisi teratas, Bojan Hodak menyatakan bahwa timnya harus tetap realistis. Ia berulang kali menegaskan bahwa kompetisi di Indonesia memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, terutama saat menjalani laga tandang yang seringkali melibatkan perjalanan panjang dan melelahkan.
“Saya sudah katakan berulang kali bahwa kompetisi di Indonesia itu sangat sulit, sulit untuk bermain di laga tandang terutama ketika harus melakukan perjalanan yang panjang,” ujar Hodak, seperti dikutip dari detikcom.
Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina ini menambahkan bahwa tidak ada tim yang bisa merasa aman hanya karena berada di papan atas. Setiap tim memiliki potensi untuk saling menjatuhkan, dan tim dari posisi terbawah pun bisa memberikan kejutan. Ia mencontohkan pengalaman musim lalu di mana Persib kehilangan poin dari tim-tim yang secara peringkat berada di bawah mereka.
“Di liga ini, semua bisa saling mengalahkan dan tim dari posisi terbawah bisa saja mengejutkan. Kami bisa kalah dari Persijap, kami bisa disulitkan dari tim-tim di papan bawah, musim lalu juga seperti itu,” jelasnya.
Pengalaman Musim Lalu Sebagai Pengingat
Pengalaman pahit kehilangan poin dari tim non-unggulan di musim sebelumnya menjadi pengingat krusial bagi Hodak dan para pemain Persib. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pertandingan harus dihadapi dengan keseriusan dan fokus penuh, tanpa memandang status lawan.
“Beberapa kali kami kehilangan poin dari tim papan bawah. Jadi karena itu, liga ini semua bisa saling mengalahkan,” tegas Bojan.
Situasi klasemen yang masih menyisakan satu pertandingan tunda antara Persib dan Borneo FC pada 5 Maret mendatang semakin menegaskan bahwa persaingan belum sepenuhnya memasuki fase akhir. Pertandingan-pertandingan ke depan akan menjadi penentu krusial dalam perebutan gelar juara.
Fokus dan Kewaspadaan Dibutuhkan
Hodak menekankan pentingnya menjaga fokus dan kewaspadaan di setiap laga yang tersisa. Ia menyoroti bahwa performa konsisten sepanjang musim adalah kunci utama untuk mempertahankan posisi puncak.
“Kami bisa kalah dari Persijap, kami bisa disulitkan dari tim-tim di papan bawah, musim lalu juga seperti itu,” katanya, menggarisbawahi potensi kejutan di setiap pertandingan. Pernyataan ini menegaskan bahwa Persib tidak boleh lengah sedikit pun jika ingin mengakhiri musim sebagai juara.
Ikuti Ihram.co.id
