Ihram.co.id — Persib Bandung kini dibayangi ancaman sanksi berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyusul aksi invasi lapangan oleh suporter di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2). Insiden yang terjadi usai laga leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) ini menjadi alarm bahaya bagi manajemen, mengingat klub sebelumnya pernah dijatuhi denda sebesar US$30 ribu atau sekitar Rp507 juta atas pelanggaran disiplin.
Aksi turun ke lapangan oleh sejumlah oknum suporter bermula sesaat setelah wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani, meniup peluit panjang. Meskipun Persib memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 atas Ratchaburi FC, hasil tersebut tidak cukup membawa Maung Bandung lolos ke babak berikutnya karena kalah agregat 1-3. Situasi di lapangan sempat memanas hingga membuat pemain Ratchaburi dan perangkat pertandingan berlarian menuju ruang ganti untuk mengamankan diri.
Sorotan Pelatih Ratchaburi FC terhadap Aksi Suporter
Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, memberikan respons langsung terkait ulah penonton yang merangsek masuk ke area pertandingan. Worrawoot mengakui adanya rasa kecewa terhadap situasi di pengujung laga tersebut, meski ia menyatakan kondisi berangsur tenang setelahnya.
“Hari ini saya harus mengakui sempat sedikit kecewa dengan situasi di akhir pertandingan. Namun setelah laga selesai, semuanya kembali tenang,” ujar Worrawoot usai pertandingan.
Legenda sepak bola Thailand tersebut juga menekankan pentingnya menjaga esensi sepak bola sebagai hiburan. “Kami memahami mengapa para suporter kecewa, tapi ini hanyalah sebuah pertandingan. Sepak bola untuk dinikmati,” katanya menambahkan.
Rekam Jejak Sanksi Finansial Persib di ACL 2
Kekhawatiran munculnya sanksi baru didasari pada rekam jejak kedisiplinan Persib selama mengarungi kompetisi ACL 2 musim ini. Sebelumnya, Persib sudah pernah diganjar denda sebesar US$30 ribu atau setara Rp507.664.500 (dengan kurs Rp16.922,15) oleh AFC akibat sejumlah pelanggaran pada fase grup.
Berdasarkan laporan disiplin AFC, terdapat tiga poin utama yang membuat Persib dijatuhi denda ratusan juta rupiah sebelumnya:
- Kegagalan bertanggung jawab atas perilaku penonton terkait keberadaan alat pembakar atau benda mudah terbakar di dalam stadion.
- Kegagalan memastikan jalur publik tetap steril dari segala hambatan.
- Kelalaian dalam menjalankan regulasi keselamatan serta pengamanan sesuai standar kompetisi.
Upaya Pencegahan dan Potensi Hukuman Lanjutan
Saat invasi lapangan terjadi pada Rabu malam, jajaran pemain dan pelatih Persib, Bojan Hodak, sempat terlihat berupaya mencegah penonton untuk terus merangsek masuk. Namun, banyaknya jumlah suporter yang turun dari tribun membuat situasi sulit dikendalikan sepenuhnya dalam waktu singkat.
Hingga saat ini, belum ada rilis resmi dari AFC mengenai laporan pengawas pertandingan maupun jenis sanksi yang akan dijatuhkan. Namun, merujuk pada regulasi disiplin AFC, aksi invasi lapangan dan gangguan keamanan pertandingan masuk dalam kategori pelanggaran serius yang dapat berujung pada denda finansial lebih besar hingga larangan menggelar pertandingan dengan penonton.
Ikuti Ihram.co.id
