Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa timnya belum menyerah dalam perburuan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Meskipun saat ini tertinggal dalam perolehan poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung, Prapanca menyatakan optimisme tinggi bahwa Macan Kemayoran masih memiliki peluang untuk menyalip dan menduduki peringkat pertama.

“Tentunya kita masih punya kesempatan untuk bisa duduk di peringkat pertama. Mudah-mudahan, Amin,” ujar Prapanca optimis seperti dilansir dari laman inilah, merujuk pada sisa pertandingan yang krusial di akhir musim kompetisi.

Posisi Klasemen dan Ambisi Juara

Saat ini, Persija Jakarta menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan mengoleksi 51 poin dari 24 pertandingan yang telah dilakoni. Posisi ini membuat Persija tertinggal enam angka dari pemuncak klasemen, Persib Bandung, yang telah mengumpulkan 57 poin. Selain itu, Persija juga terpaut empat poin dari Borneo FC yang berada di posisi kedua dengan 53 poin.

Jarak poin tersebut semakin melebar setelah Persija hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC pada laga kandang terakhirnya. Sebaliknya, Persib Bandung tampil meyakinkan dengan kemenangan 3-0 atas Persik Kediri. Meskipun demikian, Prapanca tetap memupuk asa bagi para suporter, The Jakmania, dengan keyakinan bahwa segala sesuatu masih mungkin terjadi di sisa kompetisi.

Prapanca menyadari bahwa untuk mewujudkan ambisi juara, Persija tidak boleh lagi kehilangan poin di sisa pertandingan. Satu kesalahan kecil dapat menutup pintu bagi Macan Kemayoran untuk meraih gelar musim ini. Fokus manajemen kini terbagi dua: memastikan mentalitas juara pada seluruh pemain untuk menyapu bersih laga tersisa, serta menjaga kedalaman skuad.

Masalah Kedisiplinan Pemain Asing

Di tengah ambisi besar tersebut, Persija Jakarta tengah menghadapi masalah internal terkait kedisiplinan salah satu pemain asingnya, Alano Lima. Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas (BP), menyoroti kebiasaan Alano yang sering mengoleksi kartu kuning, yang dianggap merugikan tim.

Alano tercatat telah mengoleksi 12 kartu kuning, menjadikannya pemain dengan akumulasi kartu terbanyak di BRI Super League musim ini. Akibatnya, Alano harus absen dalam beberapa pertandingan penting, termasuk saat melawan Malut United, Persik Kediri, dan Arema FC. Ia juga dipastikan akan melewatkan laga melawan Dewa United pada 15 Maret karena hukuman serupa.

“Saya setuju bahwa memang harus ada solusi terkait dengan apa yang sering dilakukan Alano, karena ini cukup merugikan tim dan kita sudah berkali-kali menyampaikan itu,” tegas Bambang Pamungkas. Ia menambahkan bahwa tindakan persuasif dan teguran telah dilakukan kepada seluruh pemain sejak putaran pertama, namun Alano menjadi satu-satunya pemain yang belum menunjukkan perubahan sikap positif.

Bambang Pamungkas mengakui bahwa Alano memiliki kualitas yang tidak diragukan, namun kepribadiannya yang unik dan ekspresif, khas pemain Brasil, menjadi tantangan tersendiri. “Setiap pemain bintang biasanya punya kontroversinya masing-masing. Nah, Allano itu tipe yang seperti itu,” ujar Bepe.

Manajemen Persija terus mencari cara intensif untuk berbicara dan membimbing Alano agar lebih berhati-hati di lapangan demi menjaga peluang tim meraih gelar juara.

Jadwal Padat Menjelang Jeda Kompetisi

Persaingan di papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026 semakin memanas menjelang jeda kompetisi untuk Idul Fitri dan kalender internasional FIFA. Persija Jakarta dijadwalkan akan menjamu Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu, 15 Maret 2026, pukul 20.30 WIB.

Laga ini menjadi krusial bagi Persija untuk tidak kehilangan poin, demi menjaga asa juara. Meskipun memiliki jadwal yang padat, manajemen Persija tetap optimistis dengan target yang telah dicanangkan, yaitu meraih gelar juara musim ini.