Persija Jakarta menunjukkan geliat agresif di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 dengan merekrut enam pemain baru. Langkah ini diambil untuk memperkuat kedalaman skuad dan mematahkan dominasi Persib Bandung yang menjadi rival abadi.

Dari keenam pemain yang didatangkan, tiga di antaranya merupakan pemain asing yang diharapkan membawa pengalaman dan kualitas dari liga masing-masing. Tiga pemain asing tersebut adalah Alaeddine Ajaraie dari Maroko, Paulo Ricardo dari Brasil, dan Jean Mota yang juga berasal dari Brasil. Sementara itu, tiga pemain lokal yang turut memperkuat Macan Kemayoran adalah Fajar Fathurrahman, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra.

Pemain Asing dengan Rekam Jejak Mentereng

Alaeddine Ajaraie, penyerang asal Maroko, didatangkan dengan status pinjaman dari klub Liga India, NorthEast United, hingga akhir musim. Rekam jejaknya musim lalu di Liga India sangat impresif, di mana ia berhasil menyabet gelar top skor dengan 23 gol dan tujuh assist, serta dinobatkan sebagai Pemain Terbaik. Pada musim 2025/2026, ia juga telah mencatatkan 10 gol dan lima assist dalam sembilan pertandingan di dua turnamen lokal India.

Bek tangguh asal Brasil, Paulo Ricardo, menjadi amunisi baru di lini pertahanan Persija. Ia didatangkan dari klub Finlandia, Kuopion Palloseura. Paulo Ricardo memiliki pengalaman bermain di kualifikasi UEFA Europa League dan UEFA Europa Conference League.

Pemain berusia 31 tahun ini berposisi sebagai bek tengah namun juga bisa bermain sebagai bek kanan atau gelandang bertahan. Ia bergabung dengan Persija dengan status bebas transfer hingga akhir musim 2025/2026 dengan opsi perpanjangan kontrak.

Pemain asing ketiga yang merapat adalah Jean Mota, juga dari Brasil. Mota pernah bermain untuk Inter Miami pada periode 2022-2024, yang berarti ia pernah satu tim dengan mega bintang Lionel Messi. Jean Mota memilih Persija karena ambisi klub untuk meraih gelar juara musim ini.

“Saya memilih Persija karena ini adalah klub besar, memiliki nama besar, dan klub yang sedang berjuang meraih gelar musim ini. Saya percaya bisa berkembang dalam karier saya di sini,” tegas Mota. Pemain kelahiran 15 Oktober 1993 ini dikontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Pemain Naturalisasi dan Lokal Berkualitas

Selain tiga pemain asing, Persija juga memperkuat tim dengan mendatangkan tiga pemain Indonesia. Sorotan utama jatuh pada dua pemain naturalisasi, Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra. Shayne Pattynama didatangkan dari klub Liga Thailand, Buriram United.

Selama setengah musim di Thailand, ia tampil dalam enam laga liga, satu laga Thai FA Cup, dan tiga laga AFC Champions League. Pattynama menyatakan kebanggaannya bergabung dengan Persija, menyebutnya sebagai klub terbesar di Indonesia.

Mauro Zijlstra, yang baru berusia 21 tahun, telah memperkuat Timnas Indonesia dalam beberapa laga internasional, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak. Ia didatangkan dari klub Belanda, Volendam. Sebelumnya, Zijlstra pernah bermain untuk Timnas Indonesia dalam laga uji coba menghadapi Taiwan dan Lebanon.

Pemain Indonesia lainnya yang turut bergabung adalah Fajar Fathurrahman, yang sebelumnya bermain untuk Borneo FC.

Perombakan Skuad

Kedatangan enam pemain baru ini juga dibarengi dengan perombakan skuad. Persija melepas sejumlah pemain untuk memberikan ruang bagi amunisi baru dan menyeimbangkan tim. Pemain yang dilepas antara lain Alwi Fadillah, Alfriyanto Nico, Figo Dennis, Jehan Pahlevi, Gustavo Franca, Hansamu Yama, Rio Fahmi, dan Alan Cardoso.

Dengan tambahan pemain berkualitas dan pengalaman dari berbagai liga, Persija Jakarta berambisi kuat untuk menghentikan dominasi Persib Bandung di musim Super League kali ini dan bersaing memperebutkan gelar juara.