Ihram.co.id — Persijap Jepara bergerak agresif menyambut putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Setelah tampil jauh dari harapan di paruh pertama musim, manajemen Laskar Kalinyamat memilih langkah tegas dengan merombak komposisi tim secara signifikan.
Hingga pekan ke-17, Persijap masih terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi sembilan poin. Mereka menjadi satu-satunya tim yang belum menembus dua digit poin, situasi yang semakin diperparah dengan catatan 12 laga tanpa kemenangan, termasuk 11 kekalahan beruntun. Kondisi tersebut memaksa klub asal Jepara itu bertindak cepat demi menyelamatkan peluang bertahan di kasta tertinggi.
Tambahan Pemain Lokal Perkuat Lini Belakang
Langkah terbaru Persijap adalah mendatangkan sejumlah pemain lokal untuk memperkuat sektor pertahanan dan penjaga gawang. Bek Barito Putera, Buyung Ismu, resmi bergabung guna menambah opsi di lini belakang. Selain itu, Persijap juga meminjam Akbar Arjunsyah dari Dewa United FC, yang diharapkan membawa energi baru dan kedalaman skuad.
Sektor penjaga gawang turut mendapat perhatian serius. Persijap berhasil mengamankan jasa Muhammad Ardiansyah, kiper Timnas Indonesia U-23. Kehadirannya diharapkan mampu memperbaiki lini pertahanan yang kerap menjadi titik lemah Persijap sepanjang putaran pertama.
“Iya, saya pindah ke Persijap. Hari ini saya berangkat,” ujar Ardiansyah pada Rabu (14/1/2026), menandai langkah awalnya bersama Laskar Kalinyamat.
Koleksi Alumni Liga India Jadi Sorotan
Sebelum mendatangkan pemain lokal, Persijap Jepara sudah lebih dulu aktif di bursa transfer pemain asing. Klub ini memanfaatkan situasi ketidakpastian kompetisi di India dengan merekrut sejumlah pemain berpengalaman yang pernah tampil di Indian Super League.
Dua nama terbaru adalah Borja Herrera dan Jose Luis Espinosa Arroyo, yang akrab disapa Tiri. Tiri sebelumnya memperkuat Mumbai FC, sementara Borja Herrera diperkenalkan sebagai gelandang anyar Persijap pada akhir Desember 2025.
Kedatangan mereka melengkapi dua pemain alumni Liga India lain yang telah lebih dulu bergabung, yakni Carlos Franca dan Alexis Nahuel Gomez. Keduanya didatangkan dari klub Mohammedan FC asal Kolkata. Dengan demikian, Persijap kini memiliki empat pemain yang pernah merasakan ketatnya persaingan di liga India.
Pengalaman Eropa Tambah Dimensi Baru
Tak hanya fokus pada pemain India dan lokal, Persijap juga memperkuat lini tengah dengan mendatangkan Aly Ndom. Gelandang bertahan asal Prancis tersebut memiliki pengalaman bermain di Ligue 1 dan pernah berhadapan langsung dengan Paris Saint-Germain yang kala itu diperkuat Neymar, Edinson Cavani, dan Marco Verratti.
Pengalaman Aly Ndom di level tertinggi Eropa diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan Persijap, khususnya dalam menjaga keseimbangan lini tengah dan meredam serangan lawan.
Harapan Baru di Putaran Kedua
Dengan masuknya Borja Herrera, Tiri, Aly Ndom, Buyung Ismu, Akbar Arjunsyah, dan Muhammad Ardiansyah, Persijap Jepara menunjukkan keseriusan untuk bangkit di putaran kedua. Revolusi skuad ini menjadi sinyal bahwa klub tidak ingin menyerah begitu saja meski berada di posisi paling sulit.
Tantangan terbesar kini adalah bagaimana seluruh pemain anyar dapat beradaptasi cepat dengan tim dan kompetisi. Jika proses adaptasi berjalan mulus, Persijap masih memiliki peluang untuk keluar dari zona merah dan mengubah arah musim mereka.
Ikuti Ihram.co.id
