— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait keberadaan tiga bibit siklon tropis yang mengepung wilayah Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Peringatan ini berlaku hingga Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 07.00 WIB, dengan fokus pada pergerakan Bibit Siklon Tropis 90S, 93S, dan 92P.

Peluang Intensitas dan Arah Pergerakan Bibit Siklon 90S serta 93S

Berdasarkan pemantauan TCWC Jakarta, Bibit Siklon Tropis 90S yang terbentuk sejak 27 Februari 2026 saat ini berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur. Meski terpantau bergerak ke arah tenggara, BMKG memprediksi peluang bibit ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan terkategori rendah karena kondisinya yang mulai melemah.

Kondisi berbeda ditunjukkan oleh Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau berada di Samudra Hindia barat Australia. Bibit yang muncul sejak 2 Maret 2026 ini memiliki peluang sedang untuk meningkat menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 24 jam. Saat ini, Bibit 93S dilaporkan bergerak perlahan menuju arah barat-barat laut.

Dampak Gelombang Laut di Wilayah Perairan

Keberadaan Bibit Siklon 90S dan 93S di wilayah lautan memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan tinggi gelombang. BMKG merinci klasifikasi ketinggian gelombang yang berpotensi terjadi sebagai berikut:

  • Moderate Sea: Ketinggian gelombang 1,25 hingga 2,5 meter.
  • Rough Sea: Ketinggian gelombang 2,5 hingga 4 meter.
  • Very Rough Sea: Ketinggian gelombang mencapai 4 hingga 6 meter.

Ancaman Cuaca Ekstrem Bibit Siklon 92P di Bali dan Nusa Tenggara

Bibit Siklon Tropis 92P terpantau masih berada di daratan Australia bagian utara sejak 2 Maret 2026. Meskipun peluangnya untuk menjadi siklon tropis dinilai rendah, pergerakannya yang perlahan ke arah barat tetap membawa risiko cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode 24 jam ke depan.

Wilayah Terdampak Hujan dan Angin Kencang

BMKG mengidentifikasi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain curah hujan, ketiga wilayah tersebut juga menghadapi ancaman angin kencang sebagai dampak dari pergerakan Bibit 92P.

Risiko Gelombang Laut akibat Bibit 92P

Selain cuaca di daratan, Bibit 92P juga memicu peningkatan tinggi gelombang laut di perairan sekitarnya dengan rincian:

  • Ketinggian 1,25-2,5 meter (Moderate Sea)
  • Ketinggian 2,5-4 meter (Rough Sea)

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan tenggat waktu peringatan dini ini hingga Sabtu (7/3/2026) pagi, terutama bagi yang beraktivitas di wilayah pesisir dan pelayaran, mengingat adanya dinamika arah pergerakan bibit siklon yang menuju ke barat dan tenggara.