Ihram.co.id — Timnas Futsal Lebanon dipastikan tersingkir dari ajang AFC Futsal Asian Cup Indonesia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun di Grup B. Kekalahan ini mengakhiri langkah Lebanon di fase grup turnamen tersebut.
Tersingkirnya Lebanon di Grup B AFC Futsal Asian Cup 2026 terjadi setelah mereka kalah dari Thailand dengan skor 0-2 pada laga pembuka, dilanjutkan dengan kekalahan 0-2 dari Vietnam pada pertandingan Kamis (29/1/2026). Hasil ini menempatkan Lebanon di dasar klasemen Grup B tanpa poin.
Perjalanan Lebanon di Fase Grup
Pertandingan melawan Thailand pada 27 Januari 2026 menjadi awal yang sulit bagi Lebanon. Meskipun menunjukkan semangat juang, mereka tidak mampu mencetak gol dan harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 2-0. Gol-gol Thailand dicetak oleh Worasak Srirangpirot dan Muhammad Osamanmusa. Kiper Lebanon, Karim Joueidi, tampil cukup gemilang dalam menahan gempuran serangan Thailand, namun lini serang Lebanon gagal menembus pertahanan lawan.
Pada laga kedua melawan Vietnam yang digelar pada 29 Januari 2026, Lebanon kembali harus menelan kekalahan dengan skor identik, 0-2. Vietnam berhasil mencetak gol cepat melalui Dinh Cong Vien di menit pertama, disusul gol kedua dari Vu Ngoc Anh di menit ketiga. Meskipun sempat bermain dengan sepuluh orang karena kartu merah yang diterima pemain Vietnam, Duong Ngoc Linh, Lebanon tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol balasan.
Harapan Ali Hammam untuk Futsal Lebanon
Di tengah kekecewaan atas tersingkirnya tim, pemain bertahan Tim Nasional Futsal Lebanon, Ali Hammam, menyatakan optimismenya terhadap masa depan olahraga futsal di negaranya. Hammam, yang berusia 24 tahun, melihat partisipasi tim di AFC Futsal Asian Cup 2026 sebagai landasan penting bagi perkembangan futsal Lebanon.
“Partisipasi kami di sini berfungsi sebagai landasan bagi futsal Lebanon,” ujar Ali Hammam. Ia menambahkan bahwa tim yang dibawa ke turnamen ini merupakan tim baru dengan rata-rata usia 23-24 tahun, di mana banyak pemain yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi internasional.
Hammam percaya bahwa potensi timnya masih sangat besar. Ia melihat adanya perpaduan yang baik antara talenta muda yang dimiliki pemain-pemain baru dengan pengalaman yang dimiliki oleh pemain senior. Kombinasi ini, menurutnya, akan sangat berkontribusi pada perjalanan tim di masa mendatang.
Evaluasi Tim dan Langkah ke Depan
Meskipun harus tersingkir lebih awal, kekalahan ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi tim futsal Lebanon. Pengalaman bertanding melawan tim-tim kuat Asia seperti Thailand dan Vietnam diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan mereka. Lebanon masih memiliki satu pertandingan tersisa melawan Kuwait pada 31 Januari 2026 untuk menjaga gengsi di Grup B.
Ali Hammam, yang merupakan seorang bek, telah bermain untuk timnas Lebanon dan berbagai klub, termasuk Nejmeh SC dan saat ini Jwaya SC. Pengalaman internasionalnya, meskipun di level sepak bola sebelumnya, menunjukkan dedikasinya pada olahraga di negaranya. Dengan fondasi tim yang muda dan prospektif, federasi futsal Lebanon diharapkan dapat terus memberikan dukungan untuk pengembangan olahraga ini agar dapat bersaing lebih ketat di kancah internasional di masa mendatang.
Ikuti Ihram.co.id
