— Manchester United kembali menghadapi perubahan di kursi kepelatihan di tengah musim. Kali ini, Michael Carrick dipercaya menjadi penerus sementara Ole Gunnar Solskjaer, menduduki posisi “Head Coach” yang tidak menyertakan status interim atau caretaker.

Dengan kembalinya Amad dan Bryan Mbeumo dari tugas internasional, serta potensi kembalinya Noussair Mazraoui, Carrick diprediksi akan segera memiliki skuat nyaris komplet. Ini menjadi peluang emas baginya untuk menerapkan formasi favoritnya, 4-2-3-1, dan memberikan opsi melimpah untuk mengarungi sisa musim.

Kiper dan Lini Pertahanan

Di bawah mistar, Senne Lammens diprediksi tetap menjadi pilihan utama meski sempat menunjukkan keraguan dalam laga terakhir. Posisi bek kanan kemungkinan akan diisi oleh Noussair Mazraoui, menggantikan Diogo Dalot yang dinilai menyia-nyiakan peluang penting.

Untuk jantung pertahanan, pengalaman Harry Maguire dan Matthijs de Ligt bisa menjadi pilihan utama, terutama jika De Ligt pulih dari cedera. Lini belakang akan ditutup oleh Patrick Dorgu di bek kiri, yang memiliki mobilitas dan atletisme lebih baik untuk mendampingi duo bek tengah.

Lini Tengah yang Dibutuhkan Revitalisasi

Area lini tengah menjadi fokus utama Carrick untuk direvitalisasi. Masa depan sejumlah gelandang senior masih belum pasti, termasuk Bruno Fernandes yang mungkin akan hengkang. Namun, untuk jangka pendek, Fernandes diprediksi akan kembali mengisi peran nomor 10 favoritnya.

Pergeseran Fernandes memungkinkan Kobbie Mainoo bermain di belakangnya. Sementara itu, Lisandro Martinez bisa menjadi opsi kejutan di peran nomor 6, menunjukkan potensi saat tampil di babak kedua melawan Aston Villa. Casemiro dan Manuel Ugarte berpotensi tersingkir dari skema ini.

Lini Depan Penuh Potensi

Di lini serang, Benjamin Sesko diharapkan menjadi ujung tombak utama, melanjutkan momentum positifnya. Tiga gol dalam dua laga terakhir menjadi bukti ketajamannya, dan peran Fernandes di belakangnya bisa semakin mengoptimalkan koneksi mereka.

Bryan Mbeumo akan mengisi sisi kanan, siap melanjutkan performa gemilangnya sebelum jeda internasional. Sementara itu, Amad, yang dijuluki “wizard” oleh jurnalis James Copley, diprediksi akan mengisi sisi kiri. Meskipun sering bermain sebagai nomor 10 atau sayap kanan, pergeseran ke kiri ini bisa menjadi cara efektif untuk memanfaatkan kecepatannya.

Bagaimana dengan Matheus Cunha? Meski sempat menunjukkan performa menjanjikan, ia dinilai kurang konsisten dalam beberapa laga terakhir. Bandingkan dengan perbandingan awal yang menyamakannya dengan Eric Cantona, Cunha masih perlu membuktikan diri untuk menjadi starter reguler.