Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, melayangkan kritik tajam terhadap performa timnya setelah kembali menelan kekalahan dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Teranyar, PSBS harus mengakui keunggulan tuan rumah Persik Kediri dengan skor 1-2 pada laga pekan ke-24 yang digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026) malam WIB.

Kekalahan ini memperpanjang rentetan hasil minor bagi tim berjuluk Badai Pasifik tersebut. Rentetan hasil negatif ini membuat PSBS Biak semakin terpuruk dalam situasi sulit. Menyisakan 10 partai lagi, posisi mereka dipastikan belum aman dari bayang-bayang degradasi BRI Super League musim ini.

PSBS Biak Terus Terpuruk di Zona Degradasi

Dalam pertandingan tersebut, PSBS Biak sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak Ruyery Blanco pada menit ke-48. Namun, Persik Kediri berhasil membalikkan keadaan melalui aksi Hamra Hehanussa di menit ke-79 dan Muhammad Firly pada menit ke-88.

Hasil minor ini membuat PSBS Biak masih tertahan di zona degradasi klasemen sementara BRI Super League. Tim jawara Liga 2 2023/2024 tersebut kini menempati posisi ke-16 dengan koleksi 18 poin dari 23 pertandingan. PSBS Biak juga tercatat sebagai tim yang paling banyak kebobolan di kompetisi musim ini dengan total 51 gol, sementara mereka baru mencetak 27 gol.

Pelatih Keluhkan Minimnya Jiwa dan Identitas Tim

Marian Mihail, yang baru menjabat sebagai pelatih kepala PSBS Biak sejak awal Februari 2026 menggantikan Divaldo Alves, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas performa anak asuhnya. Ia menilai skuad Badai Pasifik belum memiliki identitas serta semangat juang yang kuat di lapangan.

“Saya sudah satu bulan bersama tim ini, saya mengenal mereka lebih baik dan saya bisa katakan bahwa sayangnya tim ini tidak memiliki jiwa, tidak memiliki identitas,” sentil Marian Mihail, dilansir dari Bola.com.

Pelatih asal Rumania tersebut menambahkan bahwa para pemainnya tampak tidak memiliki ikatan kuat dengan tim maupun daerah asal klub. “Para pemain tidak tahu mereka milik siapa. Mereka adalah pemain dari berbagai tempat, tapi bukan pemain asli Biak. Mereka tidak bermain dengan hati dan itu menjadi masalah bagi saya untuk membangun tim yang bisa berjuang sampai akhir,” jelasnya.

Tekad Akhiri Puasa Kemenangan

Kekalahan dari Persik Kediri merupakan lanjutan dari tren negatif PSBS Biak di putaran kedua BRI Super League musim ini. Tiga poin terakhir yang berhasil diraih PSBS adalah saat mereka membekuk Bhayangkara FC dengan skor telak 4-1 pada pekan ke-17, 12 Januari lalu.

“Saya berharap di pertandingan berikutnya kami bisa mengambil pelajaran dan meraih poin karena itu sangat penting,” kata mantan pelatih PSS Sleman tersebut.

PSBS Biak dijadwalkan akan menjamu Semen Padang pada pekan ke-25 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (9/3/2026). Marian Mihail ingin timnya menampilkan ambisi dan energi yang lebih besar di pertandingan kandang tersebut.

“Kami akan melawan Semen Padang dalam empat hari ke depan dan saya berharap di kandang sendiri kami punya ambisi dan energi untuk memenangkan pertandingan melawan tim yang posisinya sama dengan kami di papan bawah,” ucap Marian Mihail.

Persaingan Ketat di Papan Bawah

Marian Mihail menilai persaingan di papan bawah klasemen BRI Super League 2025/2026 jauh lebih ketat dibandingkan musim-musim sebelumnya. Ia memprediksi tim harus mengumpulkan lebih dari 36-38 poin untuk dipastikan aman dari zona degradasi, namun musim ini mungkin akan lebih sulit.

“Tapi saya rasa musim ini akan lebih sulit, tim-tim yang turun akan memiliki poin lebih sedikit karena enam tim yang terlibat dalam pertarungan ini akan saling berbagi poin dan persaingan akan lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” lanjutnya.

Situasi ini diperparah dengan minimnya dukungan suporter saat PSBS Biak memainkan laga kandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Mihail menggambarkan suasana pertandingan kandang terasa seperti laga persahabatan, yang minim energi tambahan bagi pemain.