— PSIM Yogyakarta langsung mengalihkan fokus kepada pertandingan selanjutnya setelah hanya mampu meraih hasil imbang tanpa gol saat bertandang ke markas Semen Padang FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan pekan ke-24 yang digelar di Stadion Gelora Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatra Barat, pada Rabu (4/3/2026) malam WIB, berakhir dengan skor kacamata, di mana kedua tim kesulitan menciptakan gol.

Hasil imbang ini membuat PSIM Yogyakarta kini mengoleksi 37 poin dari 24 pertandingan, menempatkan mereka di peringkat kedelapan klasemen sementara BRI Super League. Meskipun demikian, pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menegaskan bahwa target utama timnya adalah menghindari degradasi. Ia menilai setiap poin yang didapat sangat berharga dalam upaya mencapai target tersebut.

Fokus pada Laga Berikutnya Melawan Persijap

Menyikapi hasil yang diraih di Padang, Van Gastel menyatakan bahwa timnya akan segera fokus pada pertandingan terdekat. “Target kami adalah tidak terdegradasi. Jadi, kami sekarang satu poin lebih dekat ke target tersebut,” ujar Van Gastel seperti dikutip dari Bola.com. Ia menambahkan, “Kami akan fokus pada Jepara dan akan mencoba memenangkan laga itu seperti kami mencoba memenangkan setiap pertandingan.”

Laga selanjutnya yang akan dihadapi PSIM Yogyakarta adalah menjamu Persijap Jepara dalam pekan ke-25 BRI Super League. Pertandingan tersebut dijadwalkan akan digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Rabu (11/3/2026) malam WIB. Duel ini menjadi partai terakhir PSIM di bulan Maret sebelum liga memasuki jeda untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.

Pertandingan Melawan Tim Papan Bawah Bernilai Enam Poin

Van Gastel juga menekankan pentingnya pertandingan melawan tim yang berada di papan bawah klasemen, seperti Semen Padang. Menurutnya, kemenangan atas tim-tim tersebut memiliki nilai strategis yang lebih besar. “Namun, khususnya pertandingan seperti ini jika Anda bermain melawan tim papan bawah rasanya bukan seperti mendapat tiga poin, tapi enam poin karena Anda menjauhkan diri lebih jauh dari zona degradasi,” jelasnya.

Ia tetap menghargai hasil imbang yang diraih timnya, terutama mengingat situasi sulit yang dihadapi selama pertandingan di Padang. PSIM harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-38 setelah gelandang Fahreza Sudin diganjar kartu merah langsung akibat pelanggaran terhadap bek Semen Padang, Samuel Simanjuntak. Keputusan ini membuat PSIM harus menerapkan strategi bertahan yang lebih ketat.

Strategi Bertahan dengan 10 Pemain

Menyikapi kekurangan satu pemain, Van Gastel menjelaskan strategi yang diterapkan timnya. “Kami mencoba menutup ruang karena kekurangan satu pemain, jadi kami mencoba menerapkan low block. Lalu sekitar menit ke-60, beberapa pemain mulai kelelahan dan mengalami kram,” ucap Van Gastel.

“Jadi kami memutuskan, alih-alih bertahan dengan empat orang kami bertahan dengan lima orang. Ya, di saat seperti itu Anda juga butuh sedikit keberuntungan saat lawan melakukan umpan silang dan bola jatuh di dalam kotak penalti. Kami lebih cepat antisipasi dibanding pemain Semen Padang. Jadi pada dasarnya adalah strategi bertahan hidup. Namun yang terpenting kami menjaga posisi, terus berkomunikasi dan memenangkan duel. Saya pikir kami melakukannya dengan baik,” imbuh dia.

Posisi Klasemen PSIM Yogyakarta

Saat ini, PSIM Yogyakarta menempati posisi kedelapan klasemen sementara BRI Super League dengan total 37 poin dari 24 pertandingan yang telah dijalani. Tim berjuluk Laskar Mataram ini hanya terpaut satu hingga dua angka dari tiga tim yang berada tepat di atas mereka, yaitu Persebaya Surabaya, Persita Tangerang, dan Bhayangkara FC. Persaingan di papan tengah klasemen musim ini memang tercatat sangat ketat.

Sementara itu, hasil imbang ini membuat Semen Padang FC gagal keluar dari zona degradasi. Tim berjuluk Kabau Sirah tersebut masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan 17 poin dari 24 laga. Hasil ini juga berdampak pada pemecatan pelatih kepala Semen Padang, Dejan Antonic, yang diumumkan manajemen klub.