— Pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 antara PSIM Yogyakarta menjamu Bali United di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Senin 23/2/2026 pukul 20.30 WIB, diprediksi akan menyajikan duel sengit. Kedua tim mengusung misi yang berbeda namun sama-sama krusial demi mendongkrak posisi mereka di tabel klasemen.

PSIM Yogyakarta, yang saat ini menempati peringkat ketujuh dengan 32 poin, berupaya mempertahankan momentum positif mereka. Tim berjuluk Laskar Mataram ini memiliki rekor delapan kemenangan, delapan imbang, dan lima kekalahan, dengan mencetak 26 gol dan kebobolan 25 kali. Sebaliknya, Bali United, yang terperosok ke peringkat kesepuluh dengan 28 poin, bertekad bangkit dari rentetan hasil minor.

Duel Taktik Dua Pelatih Belanda

Laga ini juga akan menjadi ajang adu taktik antara dua pelatih asal Belanda. Pelatih PSIM, Jean Paul van Gastel, akan berhadapan langsung dengan kompatriotnya, pelatih Bali United, Johnny Jansen. Kedua juru taktik ini memiliki tugas berat untuk meracik strategi demi meraih hasil maksimal.

Performa kedua tim dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan kontras yang cukup mencolok. PSIM Yogyakarta menunjukkan konsistensi yang solid, sementara Bali United tengah berjuang keluar dari tren negatif. Pasukan Serdadu Tridatu belum mampu memetik kemenangan dalam empat laga terakhirnya, di mana mereka tercatat kebobolan hingga 10 gol.

Performa Kontras PSIM dan Bali United

Rentetan hasil buruk Bali United dimulai saat mereka ditahan imbang oleh Semen Padang FC dengan skor 3-3. Kekalahan kemudian menyusul dari Persik Kediri (2-3), Persebaya Surabaya (1-3), dan terakhir Persija Jakarta (0-1). Lini pertahanan tim yang dikawal kiper Mike Hauptmeijer menjadi sorotan tajam akibat rapuhnya performa belakangan ini.

Meskipun demikian, Pelatih Bali United, Johnny Jansen, enggan menyalahkan lini belakang timnya sepenuhnya. Ia menilai gol-gol yang bersarang di gawang timnya lebih disebabkan oleh kualitas individu pemain lawan dan situasi bola mati, bukan karena penurunan skema pertahanan. Jansen mengingatkan bahwa timnya sempat mencatat enam laga beruntun tanpa kebobolan sebelum rentetan hasil minor ini.

“Kami sempat mencatat enam laga beruntun tanpa kebobolan sebelumnya, jadi sebenarnya tidak ada masalah di lini belakang,” ujar Jansen, dilansir dari situs resmi Bali United. “Saat melawan Persik, gol tercipta karena beberapa situasi khusus, begitu juga saat menghadapi tim kuat seperti Persebaya dan Persija,” tambahnya.

Tekad Bali United untuk Menebus Kekalahan

Gelandang andalan Bali United, Kadek Agung Widnyana Putra, menyadari penurunan performa tim dan menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain bertekad untuk mencuri poin penuh di kandang PSIM sebagai bentuk penebusan atas kekalahan 1-3 yang mereka derita pada pertemuan pertama di Gianyar tahun lalu.

Bagi Bali United, meraih tiga poin dari markas Laskar Mataram merupakan harga mati demi menjaga asa mereka untuk tetap bersaing di papan atas klasemen BRI Super League. Kemenangan ini akan menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim dan memperbaiki posisi mereka.

PSIM Yogyakarta Berusaha Jaga Momentum

Di sisi lain, PSIM Yogyakarta yang akan bermain di hadapan pendukung sendiri tentu tidak akan tinggal diam. Tim asuhan Jean Paul van Gastel ini akan berusaha keras untuk memanfaatkan status tuan rumah dan melanjutkan tren positif mereka. Kemenangan di putaran pertama lalu menjadi modal berharga bagi PSIM untuk kembali meraih hasil serupa.

Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim. PSIM ingin memperlebar jarak dengan tim di bawahnya dan menjaga persaingan di papan atas, sementara Bali United membutuhkan kemenangan untuk merangkak naik dan menjauhi papan tengah.