— Pelatih baru Tottenham Hotspur, Igor Tudor, memberikan pujian tertinggi kepada Arsenal dengan menyatakan bahwa The Gunners adalah tim terbaik di dunia saat ini. Pernyataan ini dilontarkan Tudor setelah tim asuhannya menelan kekalahan telak 4-1 dari Arsenal dalam laga derby London Utara yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium pada Minggu (22/2/2026).

Dalam pertandingan pekan ke-27 Liga Inggris 2025-2026 tersebut, Tottenham yang bertindak sebagai tuan rumah takluk di hadapan Arsenal. Meskipun sempat bermain imbang 1-1 di babak pertama, Arsenal berhasil mendominasi jalannya pertandingan di babak kedua dengan mencetak tiga gol tambahan.

Dominasi Arsenal di Derbi London Utara

Arsenal membuka keunggulan melalui gol Eberechi Eze pada menit ke-32. Namun, Tottenham berhasil menyamakan kedudukan hanya dua menit berselang lewat gol Randal Kolo Muani. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Arsenal kembali menunjukkan kelasnya. Viktor Gyokeres membawa Arsenal unggul 2-1 pada menit ke-47. Keunggulan tersebut semakin dipertegas oleh Eberechi Eze yang mencetak gol keduanya pada menit ke-61, mengubah skor menjadi 3-1. Kemenangan telak Arsenal ditutup oleh gol kedua Gyokeres pada menit ke-90+4, memastikan skor akhir 4-1 untuk kemenangan tim tamu.

Tudor Akui Kesenjangan Besar dengan Arsenal

“Arsenal mungkin adalah tim terbaik di dunia saat ini,” ujar Igor Tudor, seperti dilansir dari ESPN. Pelatih asal Kroasia ini mengakui bahwa ada kesenjangan yang signifikan antara timnya dan Arsenal.

Tudor menjelaskan bahwa ia baru menjabat sebagai pelatih interim Tottenham Hotspur pada 13 Februari 2026, menggantikan Thomas Frank. Dengan waktu persiapan yang sangat singkat, ia tidak bisa mengharapkan perubahan drastis dalam timnya. “Jika kami berpikir ini adalah derbi dan kami bisa memberikan sesuatu yang lebih, mentalitas yang lebih baik dan motivasi yang lebih tinggi, kenyataannya adalah ada hal-hal yang tidak bisa diubah dalam 3-4 sesi latihan. Itu tidak mungkin,” ungkap Tudor.

Perlunya Perubahan Paradigma di Tottenham

Kekalahan ini menjadi debut yang mengecewakan bagi Tudor di Tottenham. Ia menyadari bahwa timnya memiliki banyak kebiasaan buruk yang perlu segera diperbaiki. “Ini sebuah pertandingan untuk menunjukkan kenyataan. Senang dari satu sudut pandang untuk memahami bahwa kami harus mengubah kebiasaan, mengubah pola pikir. Itu satu-satunya cara untuk berhasil,” tambahnya.

Tudor juga menyampaikan bahwa timnya menunjukkan kurangnya kepercayaan diri saat tidak memegang bola. Ia merasa sedih dan marah melihat performa timnya, namun ia melihat adanya keinginan dan semangat dari para pemainnya. “Saya sangat sedih, sangat marah, saya merasakan segalanya, tetapi ada baiknya untuk memahami di mana tujuan kita dan menjadi serius,” katanya.

Posisi Klasemen Kedua Tim

Hasil kekalahan ini membuat Tottenham tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara Liga Inggris dengan mengoleksi 29 poin. Mereka hanya unggul empat poin dari zona degradasi. Sementara itu, kemenangan ini menegaskan posisi Arsenal di puncak klasemen dengan total 61 poin. The Gunners kini unggul lima angka dari Manchester City, meskipun telah memainkan satu laga lebih banyak.