Ihram.co.id — Persib Bandung resmi menyegel takhta juara paruh musim Super League 2025/2026 setelah menumbangkan Persija Jakarta dengan skor 1-0 pada laga pamungkas putaran pertama. Keberhasilan Maung Bandung mempertahankan posisi puncak klasemen ini tidak lepas dari kontribusi masif Eliano Reijnders yang menjadi pemain dengan menit bermain tertinggi di skuad asuhan Bojan Hodak.
Statistik 1.600 Menit ‘Si Euwueh Kacape’
Eliano Reijnders mencatatkan total 1.614 menit bermain yang terbagi dalam dua kompetisi berbeda sepanjang putaran pertama. Berdasarkan data statistik resmi, pemain diaspora ini tampil dalam 13 pertandingan Super League dengan durasi 1.091 menit, serta enam laga di AFC Champions League Two selama 523 menit.
Daya jelajah yang tinggi dan stabilitas fisik sepanjang 90 menit membuat pendukung Persib, Bobotoh, menyematkan julukan “Si Euwueh Kacape” atau si tanpa lelah. Eliano menjadi nyawa baru dalam taktik Bojan Hodak karena kemampuannya mengisi berbagai peran di lapangan.
Pemain bernomor punggung 2 tersebut menjalankan peran versatile dengan mengisi tiga posisi berbeda, yakni bek kiri, gelandang, hingga penyerang sayap. Eliano menyebut pencapaian juara paruh musim ini sebagai modal penting, namun ia mengingatkan rekan setimnya bahwa perjalanan kompetisi masih panjang.
“Tentu saja saya merasa bagus (di puncak klasemen), tapi masih jauh jalan yang perlu ditempuh. Kami harus tetap fokus untuk menjadi juara sesungguhnya,” ujar Eliano usai sesi latihan di Lapangan Pendamping Stadion GBLA, Minggu (18/1/2026).
Analisis Strategi dan Evaluasi Bojan Hodak
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui bahwa status pemuncak klasemen membawa tekanan yang semakin besar bagi timnya. Ia menyoroti ambisi tim lawan yang ingin menjegal langkah Maung Bandung untuk mencatatkan hattrick juara liga musim ini.
Bojan memetakan sejumlah klub yang dianggap sebagai pesaing terberat pada putaran kedua, di antaranya Borneo FC Samarinda, Persija Jakarta, Malut United FC, dan Persebaya Surabaya. Ia juga memberikan perhatian khusus pada Dewa United Banten FC yang dinilai memiliki kekuatan finansial besar untuk mendatangkan pemain berkualitas.
“Persija Jakarta dan Malut United paling banyak mengeluarkan uang. Mereka pesaing terberat kami, Borneo FC juga. Bisa saja Dewa United memberikan kejutan, mereka juga menginvestasikan banyak uang untuk dapat pemain bagus,” kata Bojan.
Meskipun memiliki pertahanan yang solid, Bojan mencatat beberapa poin evaluasi internal. Dua masalah utama yang menjadi perhatian adalah kegagalan eksekusi penalti serta kelengahan yang menyebabkan kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan.
Dinamika Bursa Transfer dan Perburuan Kiper
Menjelang putaran kedua, manajemen Persib Bandung juga bergerak di bursa transfer untuk memperkuat komposisi pemain. Setelah dipastikan gagal mengamankan jasa Maarten Paes yang kembali ke FC Dallas untuk pramusim, fokus Persib kini beralih kepada Cyrus Margono.
Cyrus Margono merupakan kiper keturunan Indonesia yang baru saja resmi berpisah dengan klub Liga Kosovo, KF Dukagjini. Selama membela klub tersebut, Cyrus mencatatkan empat kali clean sheet dan hanya kebobolan 15 gol dalam 12 pertandingan.
Status bebas transfer Cyrus Margono memicu persaingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta. Keunggulan utama Cyrus adalah status Warga Negara Indonesia (WNI), sehingga kehadirannya tidak akan membebani kuota pemain asing di dalam tim.
Informasi mengenai statistik pemain, hasil pertandingan, dan evaluasi tim tersebut dihimpun dari keterangan resmi manajemen Persib Bandung serta data kompetisi Super League 2025/2026.
Ikuti Ihram.co.id
