Wali Kota Shariff Aguak, Datu Akmad B. Ampatuan Sr., berhasil selamat dari upaya pembunuhan menggunakan granat berpeluncur roket atau Rocket-Propelled Grenade (RPG) pada Minggu pagi, 25 Januari 2026.
Ketangguhan mobil Toyota Land Cruiser lapis baja yang dikendarainya menjadi kunci utama keselamatan sang pejabat dari hantaman senjata anti-tank tersebut.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 waktu setempat di Barangay Mother Poblacion, Maguindanao del Sur, Filipina. Saat itu, konvoi Wali Kota Ampatuan yang menggunakan Land Cruiser hitam bernomor polisi NDJ 9995 sedang dalam perjalanan pulang dari pasar menuju kediamannya.
“Wali kota selamat (tanpa cedera),” ujar Anwar Kuit Emblawa, asisten eksekutif Wali Kota Shariff Aguak, sebagaimana dikutip dari mindanews.com, Senin (26/1).
Spesifikasi Proteksi Level Tinggi
Kendaraan yang ditumpangi Ampatuan dilaporkan memiliki spesifikasi perlindungan level tinggi untuk kendaraan sipil, yang diduga setara dengan standar CEN B7 atau VPAM VR10.
Level proteksi ini dirancang khusus tidak hanya untuk menahan peluru senapan serbu kaliber 7.62mm dari AK-47, tetapi juga untuk meredam energi ledakan dari granat dan proyektil berdaya ledak tinggi.
Secara teknis, mobil ini dilengkapi dengan pelat baja balistik di seluruh panel bodi dan kaca antipeluru berlapis ganda yang tebal. Selain bodi, bagian lantai kendaraan biasanya diperkuat dengan material komposit untuk menahan ledakan ranjau darat atau granat di bawah mobil.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, proyektil RPG terlihat menghantam bagian samping kendaraan. Meski menyebabkan kerusakan parah secara eksterior pada panel pintu dan bodi luar, hulu ledak tersebut dilaporkan gagal menembus lapisan baja utama yang melindungi kabin penumpang.
Sistem Keamanan Benteng Berjalan
Selain bodi antipeluru, Land Cruiser yang telah dimodifikasi menjadi unit lapis baja biasanya memiliki sistem suspensi yang diperkuat untuk menopang beban tambahan baja yang bisa mencapai 1,5 hingga 2 ton lebih berat dari unit standar.
Sistem pengereman dan mesin juga mendapatkan penyesuaian untuk memastikan mobil tetap bisa bermanuver dalam situasi darurat.
Ban kendaraan ini dipastikan menggunakan teknologi run-flat, yang memungkinkan mobil tetap melaju hingga kecepatan 80 km/jam meskipun ban telah ditembak atau hancur terkena serpihan ledakan. Hal ini terlihat saat kejadian, di mana kendaraan Wali Kota Ampatuan tetap mampu melaju kencang menjauh dari lokasi penyergapan setelah terkena hantaman.
“Meskipun mobil tersebut babak belur akibat hantaman RPG, fungsi keselamatan tetap terpenuhi. Hal ini mengindikasikan bahwa Land Cruiser yang digunakan kemungkinan besar merupakan unit lapis baja yang dirancang khusus,” tulis laporan kepolisian setempat yang dilansir dari detik.com, Senin (26/1).
Kronologi Serangan dan Korban
Serangan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang mengendarai minivan putih. Pelaku melepaskan tembakan senjata api bertenaga tinggi dan satu tembakan RPG ke arah kendaraan utama wali kota. Selain Land Cruiser, mobil pengawal Toyota Hilux berwarna abu-abu juga terkena rentetan tembakan.
Dua anggota keamanan yang berada di dalam mobil pengawal, yakni PFC Manuel Arcega Dondiego dan Lakman Eso, mengalami luka-luka akibat efek ledakan dan serpihan peluru. Keduanya segera dilarikan ke Bangsamoro Regional and Medical Center untuk mendapatkan perawatan medis.
Pasca-kejadian, tim gabungan Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dan Batalyon Infanteri ke-90 Angkatan Darat Filipina melakukan pengejaran cepat. Dalam baku tembak di wilayah Barangay Meta, tiga orang terduga pelaku penyerangan dilaporkan tewas di tempat. Hingga saat ini, otoritas keamanan Filipina masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif di balik upaya pembunuhan ketiga yang dialami Wali Kota Ampatuan sejak tahun 2014 tersebut.
Ikuti Ihram.co.id
