— Pemain sayap Barcelona, Raphinha, membongkar salah satu kebiasaan rekan setimnya yang masih belia, Lamine Yamal, di luar lapangan. Menurut Raphinha, pemain berusia 17 tahun itu kerap menghabiskan waktunya hingga larut malam bermain media sosial, terutama TikTok, yang membuatnya sering terlihat mengantuk di pagi hari. Kebiasaan ini diungkapkan Raphinha dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Raphinha menjelaskan bahwa kebiasaan Lamine Yamal yang sering bermain ponsel hingga larut malam adalah hal yang lumrah mengingat usianya. “Mengingat usianya, dia selalu bermain ponsel, itu normal. Generasi sekarang selalu bermain ponsel,” ujar Raphinha dilansir dari barcauniversal.

Ia menambahkan bahwa Yamal sering terlihat menggunakan ponselnya untuk TikTok, Instagram, WhatsApp, serta mendengarkan musik dengan menggunakan headphone. Kebiasaan ini, menurut Raphinha, menjadi penyebab utama mengapa Yamal sering terlihat mengantuk di pagi hari.

Kebiasaan Lamine Yamal di Luar Lapangan

Pemain asal Brasil ini tidak hanya menyoroti kebiasaan Yamal bermain ponsel, tetapi juga menyebutkan bahwa pemain muda itu adalah sosok yang menikmati suasana pesta. Raphinha mengatakan bahwa Yamal adalah salah satu pemain yang paling menikmati jika ada acara pesta atau kegiatan tim yang melibatkan kegembiraan.

“Ketika ada pesta atau sesuatu yang dilakukan tim, dialah yang paling menikmatinya,” ungkap Raphinha.

Meskipun demikian, Raphinha juga mengakui bahwa Yamal, meskipun masih muda, sudah mampu mengontrol kebiasaannya. Pemain yang dijuluki “Raja Kengot” ini tidak selalu terlambat datang latihan atau pertandingan karena kebiasaan begadangnya.

“Saya tidak akan mengatakan dia selalu terlambat karena dia berhasil mengendalikan itu, tapi hampir selalu,” kata Raphinha sembari menambahkan bahwa Yamal juga sangat memperhatikan penampilannya, terutama rambutnya.

“Dia menghabiskan berjam-jam sebelum pertandingan, sebelum latihan, menata rambutnya.”

Konteks dan Peran Pemain Muda

Pengakuan Raphinha ini memberikan gambaran tentang dinamika di ruang ganti Barcelona, di mana pemain senior seperti Raphinha berusaha memahami dan membimbing pemain muda seperti Lamine Yamal.

Meskipun Yamal memiliki kebiasaan khas anak muda zaman sekarang, Raphinha juga menekankan kedewasaan yang ditunjukkan Yamal di lapangan. Performa gemilang Yamal di usianya yang masih sangat muda telah menarik perhatian banyak pihak, menjadikannya salah satu talenta paling menjanjikan di dunia sepak bola.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun Raphinha mengungkapkan kebiasaan Yamal yang sering bermain ponsel hingga larut malam, ia juga menekankan bahwa hal tersebut normal bagi seusianya. Raphinha sendiri juga mengaku terkadang menghabiskan waktu larut malam untuk bermain ponsel.

Hal ini menunjukkan bahwa para pemain, termasuk pemain muda, masih memiliki kehidupan pribadi di luar tuntutan profesionalisme sepak bola. Namun, kemampuan Yamal untuk tetap tampil impresif di lapangan menunjukkan bahwa ia mampu menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesionalnya.

Raphinha juga sempat menyinggung insiden rasial yang dialami oleh dirinya, Yamal, dan Ansu Fati saat El Clasico melawan Real Madrid. Raphinha menjelaskan betapa sulitnya menghadapi hinaan tersebut, terutama ketika hinaan itu bersifat pribadi. Namun, ia dan Yamal tidak sepenuhnya memahami ucapan yang dilontarkan, berbeda dengan Ansu Fati yang memahami sepenuhnya dan merasa lebih sedih. Insiden tersebut menunjukkan tantangan yang dihadapi para pemain muda di level tertinggi sepak bola profesional.