Ihram.co.id — Jakarta – Gelaran Golden Globes 2026 mencatat penurunan jumlah penonton televisi yang signifikan meski bertabur bintang Hollywood papan atas.
Berdasarkan data terbaru dari Nielsen dan CBS, ajang penghargaan ini hanya mampu menarik sekitar 8,8 juta penonton, mengalami penurunan sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Padahal, pada penyelenggaraan tahun lalu, Golden Globes masih berhasil mengantongi angka 9,5 juta penonton.
Penurunan ini menjadi sinyal waspada bagi industri televisi, mengingat pihak penyelenggara telah melakukan promosi besar-besaran dan menghadirkan deretan nomine dari film-film box office populer untuk menarik minat publik.
Faktor Penyebab Lesunya Rating Televisi
Meski dihadiri nama-nama besar seperti Julia Roberts hingga jajaran pemeran Fantastic Four, daya tarik menonton acara penghargaan secara langsung di televisi berada di titik terendah. Para ahli industri menilai ada beberapa faktor utama yang memicu fenomena ini:
- Pergeseran ke Konten Pendek: Generasi Z dan Milenial cenderung lebih memilih menyaksikan cuplikan kemenangan atau momen menarik melalui TikTok dan Instagram daripada menonton durasi penuh selama tiga jam.
- Kelelahan Konten: Padatnya jadwal festival film dan acara penghargaan sepanjang tahun membuat nilai eksklusivitas Golden Globes mulai memudar di mata publik.
- Persaingan Platform Streaming: Banyak penonton kini lebih memilih memantau hasil lewat media sosial atau layanan on-demand dibandingkan berlangganan televisi linier.
Tantangan Bagi Oscar dan Grammy
Walaupun rating televisi merosot, pihak penyelenggara mencatat adanya anomali pada interaksi digital.
Jumlah pembicaraan, likes, dan shares di media sosial justru dilaporkan sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa publik tetap tertarik pada konten acara, namun cara mereka mengonsumsinya telah berubah total.
| Tahun Penyelenggaraan | Jumlah Penonton (Juta) | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| 2025 | 9,5 Juta | – |
| 2026 | 8,8 Juta | -7% |
Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi ajang penghargaan lain seperti Oscar dan Grammy yang akan segera digelar.
Para petinggi di Hollywood kini dituntut untuk memutar otak guna menyesuaikan format acara agar tetap relevan dengan kebiasaan baru penonton di era digital yang lebih menyukai konten ringkas dan cepat.
Ikuti Ihram.co.id
