Ihram.co.id — Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, kembali membuat kejutan besar dengan mengamankan tiket ke babak final turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Keberhasilan ini diraih usai mereka memenangi duel sesama wakil tuan rumah melawan pasangan senior, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, pada Sabtu (24/1/2026).
Dalam laga semifinal yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Raymond/Joaquin menang dalam dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-14.
Hasil ini memastikan mereka melaju ke partai puncak turnamen level BWF Super 500 tersebut, sekaligus mengulangi narasi “kuda hitam” yang pernah mereka torehkan sebelumnya.
Narasi Underdog yang Berlanjut
Lolosnya Raymond/Joaquin ke partai final seolah menjadi dejavu atas performa gemilang mereka di Australia Open 2025 lalu.
Kala itu, mereka secara mengejutkan keluar sebagai juara setelah menumbangkan pasangan unggulan di partai final. Di Indonesia Masters 2026, status mereka sebagai underdog kembali teruji melalui perjalanan yang tidak mudah sejak babak awal.
“Enggak menyangka kan, kami bisa sejauh ini lagi. Kami datang ke sini hanya ingin bermain lepas tanpa beban, sama seperti saat di Australia (Open) kemarin,” ujar Nikolaus Joaquin saat ditemui di area mixed zone Istora Senayan sebagaimana dikutip dari detik.com, Sabtu (24/1).
Konsistensi pasangan muda ini dalam melampaui ekspektasi publik menjadi sorotan utama. Sebelum menumbangkan Sabar/Reza di semifinal, Raymond/Joaquin lebih dulu menyingkirkan ganda putra unggulan lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di babak perempat final melalui pertarungan sengit tiga gim.
Jalannya Pertandingan Semifinal
Gim pertama berlangsung sangat ketat dengan kejar-mengejar angka yang intens. Sabar/Reza sempat memimpin hingga interval, namun ketenangan Raymond/Joaquin di poin-poin kritis menjadi pembeda. Mereka berhasil menutup gim pertama dengan keunggulan tipis 21-19.
Memasuki gim kedua, Raymond/Joaquin tampil lebih percaya diri dan mendominasi permainan di depan net. Tekanan yang mereka berikan membuat Sabar/Reza kesulitan mengembangkan pola permainan. Laga akhirnya tuntas dalam waktu 36 menit untuk kemenangan pasangan peringkat 23 dunia tersebut.
“Kuncinya adalah komunikasi dan saling percaya di lapangan. Kami tahu Sabar/Reza adalah senior yang sangat berpengalaman, jadi kami hanya fokus untuk tidak membuat kesalahan sendiri,” tambah Raymond Indra.
Menanti Gelar Super 500 Kedua
Keberhasilan menembus final Indonesia Masters 2026 menjadi pencapaian final kedua bagi Raymond/Joaquin di turnamen level Super 500. Progres ini menunjukkan bahwa gelar juara yang mereka raih di Australia bukan sekadar keberuntungan semata, melainkan bukti regenerasi ganda putra Indonesia yang kompetitif.
Di babak final yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/1), Raymond/Joaquin akan menghadapi pemenang antara pasangan Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, dan wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Kemenangan di laga puncak nanti akan membawa mereka merengkuh gelar juara di rumah sendiri untuk pertama kalinya dalam karier senior mereka.
Ikuti Ihram.co.id
