Ihram.co.id — Pembawa acara talkSPORT, Adrian Durham, melontarkan kritik keras terhadap manajer Manchester City, Pep Guardiola.
Ia menilai Guardiola seharusnya mengajukan pengunduran diri setelah klubnya mengalami dua kekalahan memalukan dalam sepekan terakhir.
Pandangan ini muncul menyusul kekalahan Manchester City dari rival abadi, Manchester United, dan kejutan takluk dari klub Norwegia, Bodo/Glimt.
Durham membandingkan situasi Guardiola saat ini dengan akhir era Arsene Wenger di Arsenal.
Ia berpendapat bahwa manajer yang hebat pun bisa mengalami penurunan performa, dan pada titik tertentu, sudah waktunya untuk mundur.
Menurutnya, Guardiola memiliki kewajiban moral untuk menawarkan pengunduran diri ketika timnya mengalami hasil yang sangat mengecewakan.
Perbandingan dengan Akhir Era Wenger
Dalam podcast talkSPORT Daily’s Fiery Fridays, Adrian Durham mengungkapkan pandangannya yang tegas.
“Pep Guardiola memang luar biasa, tetapi sekarang tidak lagi. Ini mengingatkan saya kepada era Wenger. Era panjang Wenger di Arsenal, di mana dia brilian, tapi kemudian berhenti menjadi brilian,” ujar Durham.
Ia melanjutkan, “Saat itu sudah waktunya pergi, tapi dia menunggu terlalu lama. Pep Guardiola seharusnya menawarkan diri untuk mundur, dan inilah alasannya.”
Kewajiban Moral Manajer
Durham menekankan bahwa setiap manajer memiliki tanggung jawab ketika timnya menelan hasil yang memalukan.
“Saya punya keyakinan bahwa setiap manajer yang memimpin tim yang mengalami hasil memalukan, seperti kekalahan mengejutkan di piala atau kekalahan besar yang seharusnya tidak terjadi, memiliki kewajiban kepada klub dan fans untuk menawarkan pengunduran diri,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Itu tidak berarti pengunduran diri itu pasti diterima, juga tidak berarti dia pasti akan pergi. Itu hanya berarti sang manajer mengakui, ‘Saya bertanggung jawab, ini salah saya, dan saya memberi Anda kesempatan untuk mendukung saya atau menyingkirkan saya.’ Waktunya Pep Guardiola untuk melakukan itu sudah tiba.”
Masalah Performa dan Manajemen Tim
Durham menyoroti dua penampilan terakhir Man City melawan Manchester United dan Bodo/Glimt sebagai bukti adanya masalah serius.
“Kedua laga itu bisa dengan mudah berakhir lima atau enam gol tanpa balas. Itu bukan nasib buruk, itu murni permainan buruk dan manajemen yang buruk,” katanya.
Ia juga menyinggung krisis di lini tengah akibat cedera Rodri dan minimnya kontribusi Kalvin Phillips.
“Rodri hampir tidak bermain selama sekitar 18 bulan karena cedera. Nico Gonzalez cedera, Rodri sudah kembali tapi terlihat seperti bayangan pemain yang memenangkan Ballon d’Or. Apakah dia dipaksakan kembali terlalu cepat?” tanyanya.
Situasi Kalvin Phillips yang digaji tinggi namun tidak maksimal juga menjadi sorotan.
“Di tengah semua ini, mengapa tidak ada yang bertanya di mana Kalvin Phillips? Dia digaji 150 ribu pound per minggu. Marcelo Bielsa dan Gareth Southgate bisa memaksimalkannya, tapi Pep Guardiola tidak,” kritik Durham.
Sorotan pada Foden dan Taktik Fullback
Performa Phil Foden yang dinilai meredup juga menjadi perhatian.
“City kalah dari Bodo, bintang mudanya sama sekali tidak masuk ke permainan, tidak memberi dampak apa pun, lalu ditarik keluar. Dia terlihat benar-benar tersesat. Inggris membutuhkan dia berada di performa puncak. Pep, apa yang akan kamu lakukan soal itu?” ujar Durham.
Eksperimen Guardiola di posisi bek sayap juga dinilai menjadi bumerang.
“Obsesi Pep untuk tidak menggunakan fullback murni kini benar-benar berbalik menghantamnya. Rayan Ait-Nouri pasti bertanya-tanya apa yang terjadi pada dunia sepak bolanya. Di Wolves dia terlihat luar biasa, sekarang dia terlihat seperti saya. Luar biasa!”
Mandulnya Haaland dan Puncak Kritik
Puncak kritik diarahkan pada performa Erling Haaland yang menurun drastis.
“Mesin gol terbaik dunia sekarang rusak parah di bawah pengawasan manajer ini. Kamu, saya, bisa membuat Erling Haaland mencetak gol, Pep Guardiola tidak,” tegas Durham.
Haaland sendiri belum mencetak gol dari permainan terbuka sejak 20 Desember 2025. Tekanan terhadap Guardiola semakin besar, meskipun kontraknya masih berlaku hingga akhir musim depan.
“Saya tidak mengatakan pengunduran dirinya harus diterima, tetapi dia harus menawarkannya,” tutup Durham.
Ikuti Ihram.co.id
