Ihram.co.id — Masa depan Marcus Rashford di Manchester United masih menjadi tanda tanya saat ia menjalani masa peminjaman di Barcelona untuk musim 2025/2026. Penyerang berusia 28 tahun tersebut pindah ke Spanyol pada Juli 2025 setelah sebelumnya sempat dipinjamkan ke Aston Villa pada paruh kedua musim lalu.
Selama berseragam Barcelona, produk akademi Carrington ini mencatatkan kontribusi signifikan dengan torehan 10 gol dan 13 assist di kompetisi La Liga. Capaian tersebut muncul di tengah spekulasi mengenai peluangnya kembali ke skuad utama United yang kini berada di bawah kepemimpinan Michael Carrick.
Alasan Ruben Amorim Menepikan Rashford
Ruben Amorim, yang menangani klub saat Rashford mulai terpinggirkan, sempat mengungkapkan alasan di balik keputusannya tidak mengandalkan sang pemain. Amorim menekankan bahwa standar latihan dan kedisiplinan harian menjadi faktor utama dalam penilaiannya.
“Alasannya selalu sama. Alasannya adalah latihan, cara saya melihat apa yang seharusnya dilakukan pesepak bola dalam latihan, dalam hidup, setiap hari, setiap detail,” ujar Amorim saat menjelaskan keputusannya mengesampingkan pemain timnas Inggris tersebut.
Kesaksian Mantan Staf Mengenai Perilaku di Balik Layar
Rod Thornley, anggota staf Manchester United periode 2001 hingga 2019, mengungkapkan informasi mengenai perilaku Rashford di internal klub. Melalui The Busby Way Podcast, Thornley menyatakan adanya perubahan kepribadian pada Rashford yang berdampak pada suasana tim.
“Dia menjadi tidak bahagia. Dia menjadi orang yang berbeda. Saya melihat pemain yang dulunya adalah anak yang bahagia dan menyenangkan, hanya bermalas-malasan (moping around), terutama di dalam klub,” ungkap Thornley.
Thornley menambahkan bahwa meskipun Rashford tampak baik-baik saja saat berada di luar lingkungan klub, sikapnya di dalam fasilitas latihan menunjukkan penurunan motivasi. Kondisi ini disebutnya mulai memengaruhi performa sang penyerang di atas lapangan hijau.
Penurunan Level Energi di Lapangan
Mantan tukang pijat tim United tersebut menilai bahwa sikap Rashford di tempat latihan akhirnya bertransformasi menjadi kurangnya kerja keras saat bertanding. Ia membandingkan situasi tersebut dengan standar energi yang saat ini diterapkan oleh Michael Carrick kepada para pemain United.
“Hal itu kemudian berpindah ke lapangan, dan Anda melihatnya hanya berjalan-jalan. Anda menginginkan level energi darinya, yang mana dilakukan Michael Carrick sekarang, tetapi Anda tidak mendapatkannya,” kata Thornley.
Dalam pandangannya, Rashford dianggap telah menyia-nyiakan sebagian besar kariernya di Manchester United. Thornley menyebut situasi ini lebih kepada tindakan Rashford yang tidak maksimal daripada sekadar kehilangan posisi dalam tim.
Spekulasi Transfer dan Pilihan Penggemar
Kelanjutan karier Marcus Rashford di Barcelona saat ini dilaporkan sangat bergantung pada hasil pemilihan presiden klub Catalan tersebut. Keputusan permanen di Spanyol masih menunggu arah kebijakan dari kepengurusan baru Barcelona di masa mendatang.
Di Old Trafford, opini para pendukung Manchester United terhadap Rashford masih terbelah. Sebagian pihak siap menyambut kembali sang putra daerah, sementara sebagian lainnya menilai masa jabatan Rashford di Manchester sudah berakhir dan harus dilepas secara permanen pada musim panas mendatang.
Ikuti Ihram.co.id
