— Duel lanjutan Liga Arab Saudi pada Senin dini hari (19/01/2026) menyajikan drama luar biasa. Al Riyadh yang menjamu Al-Taawon harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor akhir 1-3. Sorotan utama pertandingan ini adalah performa gemilang penyerang Al Taawon, Roger Martinez, yang sukses mencetak tiga gol sekaligus.

Kemenangan ini terasa sangat heroik bagi Al-Taawon. Mereka harus berjuang keras dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama menyusul kartu merah yang diterima salah satu pemainnya. Namun, strategi serangan balik yang efektif dan ketajaman lini depan membuat statistik pertandingan berpihak pada efisiensi tim tamu.

Martinez Membuka Kran Gol

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Al-Taawon langsung menunjukkan kelasnya pada menit ke-10. Roger Martinez, pemain yang memiliki nilai pasar Rp26,07 Miliar, berhasil membuka keunggulan melalui kerja sama apik dengan Al Kuwaykibi. Laga sempat memanas dengan banjir kartu kuning akibat tensi tinggi di lapangan.

Bencana bagi Al-Taawon datang pada menit ke-41 ketika M. Al Mufarrij menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Bermain dengan 10 orang di kandang lawan biasanya menjadi akhir bagi sebuah tim, namun tidak bagi Al-Taawon. Tepat sebelum jeda, pada menit 45+8′, Al-Taawon justru mendapatkan hadiah penalti. Roger Martinez yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan peluang dan mengubah skor menjadi 0-2 di paruh pertama.

Dominasi Semu Al Riyadh

Unggul jumlah pemain, Al Riyadh mencoba bangkit di babak kedua. Secara statistik, Al Riyadh mendominasi penguasaan bola hingga 73% di babak kedua dan melepaskan 15 tembakan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-63 lewat gol Toze yang memanfaatkan assist dari Yoann Barbet, menipiskan skor menjadi 1-2.

Namun, harapan tuan rumah untuk menyamakan kedudukan sirna hanya tiga menit kemudian. Melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-66, Roger Martinez melengkapi catatan hattrick-nya setelah menerima umpan matang dari Fulgini. Skor 1-3 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Analisis Statistik Pertandingan

Data akhir pertandingan menunjukkan bahwa penguasaan bola bukan jaminan kemenangan. Al Riyadh mengakhiri laga dengan penguasaan bola total 64%, namun gagal mengonversi 22 tembakan menjadi gol yang berarti. Sebaliknya, Al-Taawon tampil sangat klinis. Meski hanya memiliki 36% penguasaan bola, nilai Expected Goals (xG) mereka mencapai angka 3.97, menunjukkan kualitas serangan yang jauh lebih berbahaya.

Kiper Al-Taawon, Mailson, juga layak mendapat pujian. Ia melakukan 5 penyelamatan krusial di babak kedua yang membuat barisan penyerang Al Riyadh frustrasi.

Sosok Roger Martinez

Pemain asal Kolombia ini membuktikan mengapa ia layak dibanderol dengan harga tinggi. Roger Martinez tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menjadi tembok di lini depan yang merepotkan pertahanan Al Riyadh meski timnya kekurangan satu pemain. Sejak bergabung pada Januari 2025, kontribusinya terus menanjak dan kini ia menjadi idola baru bagi pendukung Al-Taawon.

Disiplin pertahanan Al-Taawon juga patut diacungi jempol. Setelah kartu merah Mufarrij, pelatih melakukan penyesuaian strategi dengan memperkuat lini tengah. Pengalaman para pemain dalam menjaga kedalaman skuad menjadi kunci keberhasilan mereka meredam agresivitas tuan rumah.