— Pemain muda Barcelona, Roony Bardghji, tengah menghadapi momen yang rumit. Sejak didatangkan dari FC Copenhagen pada bursa transfer musim panas, menit bermainnya di tim utama Blaugrana semakin menipis, terutama seiring konsistensi penampilan Lamine Yamal.

Bardghji, yang berposisi sebagai pemain sayap kanan, sejatinya telah menyadari bahwa persaingan di lini depan Barcelona akan sangat ketat. Namun, minimnya rotasi yang dilakukan oleh pelatih Hansi Flick, khususnya terhadap Lamine Yamal, membuat kesempatan bermain pemain asal Swedia ini semakin terbatas. Yamal sendiri telah menjadi figur tak tergantikan, bahkan kerap bermain penuh dalam beberapa pertandingan terakhir.

Bardghji Terpinggirkan

Dengan bersinarnya Lamine Yamal secara otomatis berdampak pada menit bermain Bardghji. Ia kini lebih sering menjadi penonton di pinggir lapangan. Dalam delapan pertandingan terakhir, Bardghji tercatat tidak bermain sama sekali dalam lima laga, hanya bermain enam menit di satu laga, 12 menit melawan Real Oviedo, dan 61 menit di Liga Champions melawan Slavia Prague.

Bahkan, ia belum mendapatkan menit bermain dalam tiga pertandingan terakhir secara berturut-turut. Kondisi ini membuat Bardghji terlihat murung, seperti yang terpantau setelah pertandingan Copa del Rey melawan Albacete baru-baru ini.

Harapan di Tengah Keterbatasan

Meskipun demikian, pelatih Hansi Flick tetap memberikan apresiasi terhadap sikap dan komitmen Bardghji. Flick kerap memuji etos kerja dan intensitas latihan yang ditunjukkan oleh pemain berusia 20 tahun tersebut. Bardghji dilaporkan berlatih dengan sangat giat dan menunjukkan keinginan kuat untuk belajar sejak bergabung dengan Barcelona.

Pihak klub pun meyakini bahwa kesempatan bagi Bardghji untuk menunjukkan kualitasnya akan datang seiring berjalannya musim kompetisi. Barcelona mendatangkan Bardghji pada 14 Juli 2025 dengan kontrak berdurasi empat tahun hingga 30 Juni 2029, setelah mencapai kesepakatan dengan FC Copenhagen senilai 2 juta euro ditambah klausul tambahan dan klausul penjualan kembali.

Perbandingan dengan Pemain Lain

Minimnya menit bermain Bardghji sempat memunculkan perbandingan dengan kasus Yusuf Demir, pemain muda lain yang juga sempat bersinar di awal kedatangannya di Barcelona namun akhirnya tersingkir karena minimnya waktu bermain.

Ada kekhawatiran bahwa Bardghji bisa mengikuti jejak yang sama jika situasinya tidak segera membaik. Ia dilaporkan telah menerima beberapa tawaran pinjaman di bursa transfer Januari, namun Flick untuk sementara ini berkomitmen untuk mempertahankannya di dalam skuad.

Statistik Efisiensi Bardghji

Meskipun menit bermainnya terbatas, Bardghji menunjukkan efisiensi yang cukup baik saat diberi kesempatan. Dalam 413 menit bermain, ia berhasil mencatatkan enam kontribusi gol (2 gol, 4 assist), yang berarti rata-rata ia mencetak gol atau assist setiap 68 menit.

Efektivitas ini menjadi modal penting bagi Bardghji untuk terus berjuang mendapatkan kepercayaan dari pelatih dan kembali mendapatkan menit bermain yang lebih reguler di sisa musim ini.