Samsung Galaxy S26 Plus versi global dilaporkan muncul di platform benchmark Geekbench dengan hasil performa yang lebih rendah dibanding varian Korea. Temuan ini menimbulkan perhatian karena kedua perangkat disebut menggunakan spesifikasi hardware serupa, sehingga perbedaan skor diduga berkaitan dengan optimalisasi perangkat lunak yang belum maksimal.

Meski demikian, hasil benchmark tersebut diyakini berasal dari tahap pengujian awal sehingga performa final perangkat masih berpotensi meningkat sebelum peluncuran resmi.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Plus versi Korea Muncul di Geekbench, Performa Exynos 2600 Jadi Sorotan

Galaxy S26 Plus versi global dengan nomor model SM-S947B terdeteksi dalam pengujian Geekbench pada 11 Februari. Dalam uji performa CPU, perangkat mencatat skor:

  • Single-core: 2.304 poin
  • Multi-core: 9.015 poin

Hasil ini lebih rendah dibandingkan varian Korea yang sebelumnya diuji pada 29 Januari menggunakan Geekbench 6.5. Model Korea dilaporkan mencatat skor jauh lebih tinggi, yakni:

  • Single-core hingga 3.314 poin
  • Multi-core hingga 11.450 poin

Perbedaan skor tersebut menunjukkan bahwa performa Galaxy S26 Plus versi global saat ini masih berada di bawah varian Korea, meski konfigurasi hardware keduanya dilaporkan serupa.

Masih Tahap Pengujian Awal

Laporan menyebutkan bahwa perangkat yang diuji kemungkinan masih berada dalam tahap pengembangan awal (early testing). Karena itu, optimalisasi sistem operasi dan perangkat lunak masih diperlukan untuk memaksimalkan performa chipset yang digunakan.

Benchmark tersebut juga mengungkap bahwa Galaxy S26 Plus menjalankan:

  • RAM 12GB
  • Android 16
  • Antarmuka One UI 8.5

Optimalisasi software menjadi faktor penting, terutama untuk memaksimalkan potensi chipset generasi terbaru yang digunakan pada seri Galaxy S26.

Gunakan Chipset Exynos 2600 Berbasis 2nm

Galaxy S26 Plus versi global diperkirakan menggunakan chipset internal Samsung, Exynos 2600, yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 2nm.

Chipset ini dilaporkan mengusung konfigurasi CPU deca-core dengan arsitektur tri-cluster, terdiri dari:

  • 1 inti prime hingga 3,8 GHz
  • 3 inti performa pada 3,26 GHz
  • 6 inti efisiensi pada 2,76 GHz

Teknologi fabrikasi 2nm diharapkan mampu meningkatkan efisiensi daya dan performa dibanding generasi sebelumnya. Namun hasil benchmark awal menunjukkan potensi chipset tersebut belum sepenuhnya terealisasi pada varian global.

Strategi Chipset Galaxy S26 Series

Samsung diperkirakan tetap menerapkan strategi penggunaan dua chipset pada seri Galaxy S26. Chipset Exynos disebut akan digunakan pada Galaxy S26 dan Galaxy S26+ di sejumlah pasar di luar Amerika Serikat, Kanada, dan China.

Sementara itu, model Samsung Galaxy S26 Ultra dipastikan menggunakan chipset Snapdragon secara global, sehingga tidak ada perbedaan varian prosesor untuk model tertinggi tersebut.

Strategi dual-chipset ini bertujuan menyeimbangkan pengembangan prosesor internal Samsung sekaligus menjaga performa flagship pada lini premium.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Dipastikan Pakai Snapdragon, Bukan Exynos

Samsung telah mengonfirmasi akan menggelar acara Galaxy Unpacked pada 25 Februari, yang diperkirakan menjadi ajang peluncuran resmi Galaxy S26 series.

Sejumlah teaser mengisyaratkan peningkatan fitur pada lini Galaxy S26, terutama pada model Ultra, termasuk:

  • Teknologi Privacy Display
  • Peningkatan kemampuan zoom kamera
  • Peningkatan fotografi malam
  • Peningkatan kemampuan perekaman video

Samsung sendiri belum mengungkap detail spesifikasi lengkap seluruh perangkat yang akan diperkenalkan.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Series Dipastikan Rilis 25 Februari 2026, Apa Saja yang Dibawa?

Kemunculan Galaxy S26 Plus versi global di Geekbench memberikan gambaran awal mengenai kemampuan perangkat. Namun skor benchmark yang lebih rendah dari varian Korea tidak serta-merta mencerminkan performa final saat perangkat resmi dirilis.

Dengan optimalisasi perangkat lunak lebih lanjut, performa versi global berpotensi meningkat dan mendekati hasil pengujian varian Korea.