Ihram.co.id — Kehadiran lini ponsel flagship terbaru Samsung untuk tahun 2026 akhirnya menemui titik terang. Samsung Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus dipastikan segera menyapa konsumen di Tanah Air setelah kedua perangkat tersebut resmi mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada pertengahan Januari 2026.
Munculnya sertifikasi ini menjadi indikasi kuat bahwa peluncuran Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia hanya tinggal menghitung hari, menyusul jadwal debut globalnya yang diprediksi pada akhir Februari 2026.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Series Dipastikan Tanpa Varian Edge dan Pro, Ini Alasannya
Terdaftar dengan Nilai TKDN 37,50 Persen
Berdasarkan pantauan di situs resmi P3DN Kemenperin, Samsung Electronics Indonesia mendaftarkan dua kode model baru, yakni SM-S942B dan SM-S947B. Kedua kode ini diyakini kuat merujuk pada varian reguler Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus.
Dalam sertifikat tersebut, kedua perangkat tercatat telah memenuhi nilai TKDN sebesar 37,50 persen. Angka ini melampaui ambang batas minimal yang ditetapkan pemerintah, menjadikan keduanya sah untuk dipasarkan secara komersial di jaringan 4G maupun 5G Indonesia.
Menariknya, varian tertinggi yakni Galaxy S26 Ultra belum terlihat dalam daftar database TKDN saat ini. Namun, menilik pola tahun-tahun sebelumnya, sertifikasi untuk varian Ultra kemungkinan besar akan diterbitkan dalam beberapa hari mendatang menjelang peluncuran resmi.
Jadwal Peluncuran Sedikit Lebih Lambat dari Biasanya

Berbeda dengan tradisi beberapa tahun terakhir di mana Samsung merilis seri Galaxy S pada bulan Januari, tahun ini raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut tampaknya mengambil langkah berbeda. Berdasarkan berbagai laporan industri, ajang bergengsi Galaxy Unpacked untuk memperkenalkan Galaxy S26 Series dijadwalkan berlangsung pada 25-26 Februari 2026.
Penjualan global—termasuk kemungkinan besar di Indonesia—diprediksi akan dimulai serentak pada 11 Maret 2026. Jika mengacu pada kebiasaan Samsung di pasar Indonesia, sesi pemesanan awal atau pre-order biasanya dibuka tepat setelah acara peluncuran global selesai digelar.
Debut Exynos 2600 dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Dari sisi performa, Samsung Galaxy S26 Series diprediksi membawa peningkatan signifikan pada sektor dapur pacu. Berikut adalah rangkuman bocoran spesifikasi kunci yang beredar:
Chipset Canggih: Varian Galaxy S26 dan S26 Plus untuk pasar tertentu (termasuk kemungkinan Indonesia) dikabarkan akan menggunakan chipset Exynos 2600. Chipset ini dibangun dengan teknologi fabrikasi 2-nanometer Gate-All-Around (GAA) pertama di industri, yang menjanjikan efisiensi daya serta peningkatan performa NPU dan GPU untuk kebutuhan gaming serta kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, varian Ultra diprediksi mengusung Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Kamera Pro-Grade: Galaxy S26 Ultra disebut akan mempertahankan reputasinya sebagai raja fotografi dengan kamera utama 200 MP, lensa ultrawide 50 MP, serta lensa telefoto 50 MP dengan kemampuan 5x optical zoom.
Daya Tahan Baterai: Terdapat peningkatan kapasitas baterai pada model Ultra menjadi 5.200 mAh yang didukung pengisian cepat (fast charging) 60W. Sedangkan model reguler S26 dibekali baterai 4.300 mAh.
Strategi Harga Stabil
Di tengah peningkatan spesifikasi yang masif, Samsung dikabarkan akan mempertahankan strategi harga yang kompetitif. Laporan menyebutkan bahwa Samsung kemungkinan tidak menaikkan harga jual Galaxy S26 Series.
Sebagai gantinya, perusahaan melakukan penyesuaian desain dengan tidak memaksakan perangkat menjadi sangat tipis, sebuah langkah yang dinilai logis demi menjaga keseimbangan antara performa, manajemen panas, dan biaya produksi.
Baca Juga: Tanggal Rilis Samsung Galaxy S26 Ultra di Eropa Bocor, Ini Detail Spesifikasi dan Harganya
Kehadiran Galaxy S26 Series tentu menjadi angin segar bagi pasar smartphone flagship di awal tahun 2026, khususnya bagi konsumen Indonesia yang menantikan inovasi terbaru dari ekosistem Samsung Galaxy.
Ikuti Ihram.co.id
