Samsung resmi menghentikan dukungan pembaruan keamanan untuk seri Galaxy S21, termasuk Galaxy S21, S21+, dan S21 Ultra. Keputusan ini menandai berakhirnya masa dukungan resmi perangkat yang pertama kali diluncurkan pada 2021 dan memunculkan pertanyaan di kalangan pengguna mengenai keamanan dan kelanjutan pemakaian perangkat mereka.

Pengumuman ini datang menjelang peluncuran Galaxy S26, yang dijanjikan membawa lompatan teknologi signifikan dan jaminan dukungan pembaruan yang lebih panjang. Dengan berakhirnya dukungan resmi, perangkat Galaxy S21 kini tidak lagi menerima patch keamanan atau perbaikan kerentanan sistem dari Samsung.

Seri Galaxy S21 menerima patch keamanan terakhirnya pada Januari 2026. Setelah itu, tidak ada lagi Security Maintenance Release (SMR) yang akan digulirkan, menjadikan perangkat ini resmi masuk tahap end of life (EOL).

Sinyal penghentian dukungan sebelumnya sudah terlihat sejak awal 2025, ketika Samsung menurunkan jadwal update Galaxy S21 menjadi triwulanan. Februari 2026 menjadi batas resmi penghentian dukungan perangkat ini.

Performa Masih Baik, Tapi Keamanan Jadi Masalah

Secara penggunaan sehari-hari, Samsung Galaxy S21 Ultra masih tergolong mumpuni. Layar tetap tajam, performa mulus, dan antarmuka One UI terasa stabil. Namun, absennya pembaruan keamanan membuat perangkat rentan terhadap ancaman siber terbaru.

Tanpa patch keamanan, Galaxy S21 tidak lagi mendapatkan perlindungan dari celah zero-day exploit, malware perbankan yang menargetkan kernel lawas, maupun kerentanan chipset Qualcomm yang sudah diketahui publik.

Hal ini menjadi penting bagi pengguna yang mengandalkan ponsel untuk mobile banking, aplikasi keuangan, penyimpanan kata sandi, dan aktivitas kerja yang sensitif. Samsung menegaskan bahwa pembaruan One UI saja tidak cukup untuk menambal kerentanan inti sistem.

Baca Juga: Samsung Diam-Diam Menguji One UI 8.5 di Banyak Perangkat, Ini Daftarnya

Meski Galaxy S21 masih dapat digunakan, keputusan untuk tetap bertahan berarti menerima risiko keamanan. Pengguna harus ekstra hati-hati, membatasi penggunaan aplikasi sensitif, memperketat pengaturan keamanan manual, dan selalu waspada terhadap potensi serangan siber.