Semen Padang mengambil langkah berani jelang putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Manajemen Kabau Sirah resmi melakukan perombakan besar-besaran dengan merekrut delapan pemain asing baru sebagai upaya menyelamatkan tim dari ancaman degradasi.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap performa tim di putaran pertama. Hasil yang belum memuaskan membuat manajemen menilai perlu adanya perubahan signifikan, bukan hanya tambal sulam. Target utama jelas: keluar dari zona merah dan kembali kompetitif di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Target Gunakan 10 Pemain Asing

Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, mengungkapkan bahwa klub berencana memaksimalkan kuota pemain asing. Total akan ada sepuluh pemain asing yang terdaftar untuk putaran kedua, dengan komposisi delapan nama baru dan dua pemain lama yang tetap dipertahankan.

Kebijakan ini menunjukkan arah baru Semen Padang yang ingin menyegarkan atmosfer tim sekaligus memberikan lebih banyak opsi taktik kepada pelatih Dejan Antonic. Mayoritas pemain asing sebelumnya dilepas karena dianggap belum mampu memberikan dampak signifikan di lapangan.

Andre menegaskan bahwa sektor penyerangan menjadi fokus utama perombakan. Semen Padang dinilai masih lemah dalam penyelesaian akhir, sehingga kehadiran striker dan winger baru diharapkan mampu meningkatkan produktivitas gol.

Kekalahan Jadi Titik Balik

Langkah drastis ini tidak muncul tanpa sebab. Kekalahan dari Persis Solo menjadi momen krusial yang memicu perubahan besar di tubuh manajemen. Setelah laga tersebut, rapat evaluasi langsung digelar dengan melibatkan pemilik klub, manajemen, dan tim kepelatihan.

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa perubahan setengah-setengah tidak lagi cukup. Semen Padang membutuhkan tim dengan wajah baru agar mampu memutus tren negatif yang terus berulang di putaran pertama.

Manajemen menilai bahwa stagnasi performa harus dihentikan sesegera mungkin, terlebih persaingan di papan bawah BRI Super League musim ini sangat ketat dan kesalahan kecil bisa berujung fatal.

Kombinasi Pemain Asing dan Lokal

Meski fokus mendatangkan pemain asing, Semen Padang tidak menutup mata terhadap pentingnya pemain lokal. Andre Rosiade memastikan bahwa pencarian pemain domestik berkualitas tetap dilakukan, meskipun diakui tidak mudah pada bursa transfer paruh musim.

Pemain lokal yang direkrut nantinya diharapkan mampu melengkapi kebutuhan tim dan membangun keseimbangan dengan para pemain asing. Kolaborasi yang solid antara pemain lokal dan legiun asing diyakini menjadi kunci kebangkitan Kabau Sirah.

Manajemen menargetkan putaran kedua akan dihadapi dengan skuad yang nyaris sepenuhnya baru, baik dari sisi komposisi maupun mental bertanding.

Deretan Nama Pemain Asing Baru

Hingga saat ini, Semen Padang telah memperkenalkan enam pemain asing baru kepada publik. Nama-nama seperti Kianz Froese dan Guillermo Fernandez diharapkan mampu menghidupkan kreativitas lini tengah sekaligus menjadi penghubung antarlini.

Di sektor pertahanan, Jaime Giraldo dan Ravy Tsouka diproyeksikan memperkuat lini belakang yang kerap menjadi titik lemah. Sementara itu, Kazaki Nakagawa dan Boubakary Diarra menambah variasi opsi permainan, baik dari segi fisik maupun teknik.

Dua pemain asing tambahan, termasuk untuk posisi striker dan winger, masih dalam proses finalisasi dan diharapkan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Harapan Baru Kabau Sirah

Seluruh pemain anyar kini tengah menjalani proses adaptasi dengan cuaca, lingkungan, serta pola latihan tim. Waktu persiapan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri, namun manajemen optimistis perubahan ini akan membawa dampak positif.

Dengan langkah berani mendatangkan delapan pemain asing baru, Semen Padang mengirim pesan tegas bahwa mereka tidak ingin menyerah pada situasi. Putaran kedua Super League 2025/2026 akan menjadi ujian sesungguhnya apakah taruhan besar ini mampu membawa Kabau Sirah keluar dari zona degradasi dan kembali bersaing secara kompetitif.