Ihram.co.id — Pemerintah Kota Bekasi menyatakan situasi Kali Bekasi mulai terkendali pada Rabu (28/1/2026) malam setelah Tinggi Muka Air (TMA) berangsur turun. Berdasarkan pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, TMA di Pos Pantau P2C yang sempat menyentuh angka 480 cm pada pukul 20.00 WIB, telah menurun hingga 400 cm pada pukul 23.00 WIB.
Arus air dilaporkan mulai melemah dan tidak terdeteksi adanya kenaikan debit lanjutan. Meski TMA menurun, Bendung Bekasi (Prisdo) hingga saat ini masih berada pada status Siaga 3. Petugas BPBD disiagakan untuk melakukan pemantauan intensif guna memastikan genangan air di bantaran sungai tetap terbatas dan tidak meluas ke pemukiman.
Pemantauan Lapangan dan Status Bendung
Wali Kota Bekasi memantau langsung kondisi di lapangan didampingi Plt. Kepala Pelaksana BPBD serta Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan teknis dan koordinasi petugas di titik-titik rawan berjalan secara optimal.
Hingga pukul 23.00 WIB, petugas di lapangan melaporkan bahwa aliran air di sepanjang aliran Kali Bekasi masih dalam pengawasan ketat. BPBD mengonfirmasi bahwa meski sempat terjadi peningkatan drastis, kondisi terkini menunjukkan tren yang terus melandai di beberapa pos pantau hulu.
Rincian Tinggi Muka Air di Berbagai Pos Pantau
BPBD Kota Bekasi melalui akun resmi @bpbd.kotabekasi merilis data rincian pergerakan TMA dari empat titik pantau utama sejak pukul 18.00 WIB hingga 23.00 WIB:
Pos Cibongas (Batas Normal: 100 cm)
TMA di Cibongas menunjukkan tren penurunan konsisten dari 85 cm pada pukul 18.00 WIB menjadi 54 cm pada pukul 23.00 WIB. Kondisi di titik ini tercatat berada di bawah batas normal.
Pos Cileungsi Hulu (Batas Normal: 100 cm)
Ketinggian air di Cileungsi Hulu yang sempat mencapai 184 cm pada pukul 18.00 WIB, perlahan turun hingga mencapai titik 100 cm pada pukul 23.00 WIB.
Pos Cikeas (Batas Normal: 200 cm)
Berbeda dengan titik lainnya, Pos Cikeas mencatat kenaikan bertahap. TMA terpantau di angka 119 cm pada pukul 18.00 WIB dan terus naik hingga mencapai 198 cm pada pukul 23.00 WIB, atau mendekati batas normal 200 cm.
Pos Pertemuan Cileungsi-Cikeas (P2C) (Batas Normal: 350 cm)
Pos P2C mencatat kenaikan signifikan sejak pukul 18.00 WIB di angka 375 cm hingga mencapai puncaknya pada pukul 20.00 WIB dengan ketinggian 480 cm. Namun, pada pukul 23.00 WIB, ketinggian air mulai menyusut ke angka 400 cm.
Imbauan Kesiapsiagaan bagi Warga
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bantaran Kali Bekasi diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan meski debit air mulai menurun. Warga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BPBD Kota Bekasi dan mengikuti seluruh arahan petugas di lapangan.
Selain itu, BPBD mengingatkan warga agar segera mengamankan barang berharga serta dokumen penting dan menyiapkan tas siaga apabila diperlukan. Warga dilarang mendekati area bantaran sungai karena kondisi debit air dapat berubah sewaktu-waktu dan arus bisa datang dengan cepat.
Laporan mengenai perkembangan Tinggi Muka Air dan situasi terkini di lapangan tersebut disampaikan secara berkala melalui akun Instagram resmi BPBD Kota Bekasi, @bpbd.kotabekasi.
Ikuti Ihram.co.id
