— Sergino Dest, mantan bek sayap Barcelona yang kini membela PSV Eindhoven, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk kembali ke klub raksasa Spanyol tersebut. Pemain asal Amerika Serikat itu merasa masih memiliki urusan yang belum selesai di Catalonia dan menganggap gaya permainan pelatih saat ini, Hansi Flick, sangat sesuai dengan karakter permainannya.

Pernyataan ini muncul setelah Dest menunjukkan performa gemilang di Eredivisie bersama PSV, meski sempat mengalami kendala akibat cedera lutut serius. Walaupun sudah dipermanenkan oleh klub Belanda tersebut, ambisi Dest untuk bersaing di liga yang lebih besar tetap membara demi menguji level permainannya melawan tim-tim terbaik di dunia.

Baca Juga: Barcelona Siap Lepas Ferran Torres dengan Harga 50 Juta Euro

Dest pertama kali bergabung dengan Barcelona dari Ajax pada usia muda, namun kesulitan mempertahankan posisi sebagai starter reguler di Camp Nou. Setelah sempat dipinjamkan ke AC Milan dan PSV Eindhoven, ia akhirnya dilepas secara permanen ke klub Belanda tersebut dan berhasil menunjukkan konsistensi permainan yang impresif.

Kecocokan dengan Skema Hansi Flick dan Dukungan Rekan Tim

Dest memuji filosofi sepak bola yang dibawa Hansi Flick ke Barcelona dan yakin kemampuannya akan memberikan kontribusi signifikan di bawah arahan pelatih asal Jerman itu. Ia merasa profil permainannya sebagai bek sayap modern sangat serasi dengan taktik agresif yang kini diterapkan Blaugrana.

Baca Juga: Jadwal Eredivisie 1 Maret, Heracles Almelo vs PSV Eindhoven Hingga FC Utrecht vs AZ Alkmaar

“Menandatangani kontrak dengan Barca akan tetap menjadi sebuah mimpi. Gaya bermain Hansi Flick sangat luar biasa. Saya pikir saya akan cocok di sana,” ujar Sergino Dest kepada NPO Radio.

Selain faktor teknis, Dest juga mengungkapkan bahwa dirinya masih menjalin komunikasi intens dengan beberapa penggawa Barcelona, termasuk Ronald Araujo. Dalam sebuah obrolan pasca pertandingan internasional, Araujo sempat mempertanyakan keputusan pihak klub yang menjual pemain berusia 24 tahun tersebut ke PSV Eindhoven.

“Saya berbicara dengan [Ronald] Araujo beberapa waktu lalu setelah pertandingan antara Amerika Serikat dan Uruguay, dan kami berbincang dengan baik. Dia memberi tahu saya bahwa dia dan Frenkie [de Jong] terkadang berkata bahwa mereka tidak mengerti mengapa mereka menjual saya, padahal saya akan cocok di sini,” jelasnya.

Ambisi Mencari Tantangan di Luar Eredivisie

Meskipun menaruh hormat tinggi kepada PSV Eindhoven sebagai klub besar di Belanda, Dest mengakui adanya keinginan untuk mencari tantangan baru di kompetisi yang lebih kompetitif. Baginya, perkembangan karier yang maksimal hanya bisa dicapai jika ia bertanding secara rutin di liga papan atas Eropa setiap minggunya.

“Saya pikir PSV adalah klub yang hebat, jadi klub lain pun haruslah klub yang bagus juga. Namun, saya ingin terus menantang diri saya sendiri. Ini juga soal Eredivisie. Saya ingin bisa berkembang setiap minggu di liga yang lebih besar dan mengukur kemampuan saya melawan yang terbaik,” tambah pemain USMNT itu.

Dest juga sempat merefleksikan momen pahit saat mengalami cedera lutut serius pada musim pertamanya di PSV, tepat ketika ia sedang menunjukkan statistik permainan yang luar biasa. Ia merasa sangat penasaran dengan kelanjutan kariernya seandainya cedera tersebut tidak menghambat momentum positif yang sedang ia bangun di lapangan.

Terkait masa depannya, Dest menyebutkan bahwa saat ini sudah mulai muncul ketertarikan dari sejumlah klub meskipun belum ada langkah konkret yang diambil. Fokus utamanya saat ini adalah terus membuktikan kapasitasnya di lapangan hijau setelah pulih total dari cedera panjang yang sempat menghantui kariernya.

Alasan Memilih Timnas Amerika Serikat Ketimbang Belanda

Di luar urusan klub, Dest membeberkan alasan menarik di balik keputusannya membela Timnas Amerika Serikat daripada Belanda di level internasional. Meskipun lahir dan besar di Belanda, perlakuan federasi sepak bola negara kincir angin tersebut membuatnya merasa tidak diprioritaskan untuk masuk ke tim utama.

“Sejujurnya, saat itu saya lebih tertarik pada Belanda, tetapi budaya Amerika sangat menarik bagi saya. Klub-klub seperti Bayern Munich dan Barcelona sudah menunjukkan minat pada saya, tetapi Asosiasi Sepak Bola Belanda ingin saya bergabung dengan tim U-21 terlebih dahulu,” kenang Dest.

Merasa tidak dianggap serius oleh pihak Belanda meskipun dirinya sudah diincar klub-klub elite Eropa, Dest akhirnya memantapkan pilihan untuk menerima panggilan tim nasional Amerika Serikat. Ia langsung melakukan debut untuk tim senior AS dan sejak saat itu menjadi pilar penting di lini pertahanan skuad Negeri Paman Sam tersebut.

Hingga saat ini, Dest terus memantau perkembangan Barcelona dari kejauhan sembari menjalankan tugasnya di PSV Eindhoven. Ambisinya untuk kembali mengenakan seragam Blaugrana tetap menjadi motivasi utama dalam perjalanan karier profesionalnya di masa mendatang.