— Barcelona menelan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey di Stadion Metropolitano, Madrid, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB. Selain hasil yang memalukan, insiden kontroversial mewarnai laga tersebut, di mana pelatih Atletico, Diego Simeone, diduga melakukan gestur ejekan kepada pemain muda Barcelona, Lamine Yamal.

Kekalahan 0-4 ini merupakan pukulan telak bagi Barcelona, yang sudah tertinggal empat gol sejak babak pertama. Situasi ini mengingatkan pada kekalahan telak Barcelona dari Bayern Muenchen di Liga Champions beberapa tahun lalu. Pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey ini sendiri berlangsung panas, dengan Barcelona berencana mengajukan keluhan resmi kepada federasi sepak bola Spanyol terkait kepemimpinan wasit.

Gestur Tiga Jari di Pinggir Lapangan

Insiden yang melibatkan Diego Simeone dan Lamine Yamal terjadi setelah Atletico Madrid unggul tiga gol. Melalui rekaman video yang beredar, Simeone terlihat mengangkat tiga jari ke arah Lamine Yamal saat pemain muda itu melintas di dekat area teknisnya.

Gestur tersebut diduga kuat merupakan sindiran terhadap skor pertandingan yang saat itu adalah 3-0 untuk keunggulan Atletico Madrid.

Tindakan Simeone ini dilaporkan tidak diterima dengan baik oleh internal Barcelona. Dalam atmosfer pertandingan semifinal yang penuh tensi, gestur tersebut dinilai tidak perlu dan berpotensi memperkeruh suasana. Bagi Barcelona, kekalahan 0-4 ini sudah sangat menyakitkan secara teknis dan taktis, ditambah lagi dengan adanya drama kontroversi di luar lapangan.

Babak Pertama yang Dominan Atletico

Pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey antara Atletico Madrid dan Barcelona berlangsung dengan dominasi penuh tim tuan rumah di babak pertama. Gol pembuka Atletico Madrid tercipta pada menit keenam melalui gol bunuh diri Eric Garcia, setelah kiper Barcelona, Joan Garcia, gagal mengontrol umpan balik dari rekannya.

Selanjutnya, Antoine Griezmann menggandakan keunggulan Atletico pada menit ke-14. Mantan pemain Barcelona itu berhasil memanfaatkan umpan terobosan dari Nahuel Molina dan menyelesaikannya dengan baik ke sudut gawang.

Ademola Lookman menambah skor menjadi 3-0 pada menit ke-33 melalui kerjasama apik dengan Julian Alvarez. Jelang akhir babak pertama, Julian Alvarez menutup pesta gol Atletico Madrid dengan tendangan keras dari luar kotak penalti, membuat skor menjadi 4-0.

Babak Kedua dan Kartu Merah Eric Garcia

Memasuki babak kedua, Barcelona sempat mencetak gol melalui Pau Cubarsi, namun gol tersebut dianulir setelah melalui peninjauan VAR yang cukup lama. Barcelona harus bermain dengan sepuluh pemain pada menit ke-85 setelah Eric Garcia menerima kartu merah langsung akibat tekel keras terhadap Alex Baena, yang kemudian diperbarui dari kartu kuning menjadi kartu merah setelah review VAR.

Kekalahan telak ini menjadi catatan buruk bagi Barcelona, yang kini harus menghadapi tugas berat di leg kedua yang akan digelar di Camp Nou pada 3 Maret 2026. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengakui bahwa timnya mendapatkan pelajaran berharga dalam laga tersebut, meski mengakui kekalahan tersebut sangat menyakitkan.

Rekam Jejak Kontroversi Simeone

Ini bukan kali pertama Diego Simeone terlibat dalam insiden kontroversial di pinggir lapangan. Sekitar sebulan sebelum pertandingan ini, Simeone juga terlibat dalam momen panas dengan pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam semifinal Piala Super Spanyol.

Saat itu, Simeone tertangkap kamera meneriakkan sesuatu kepada Vinicius dan melakukan gestur menangkupkan tangan ke telinga sambil menunjuk ke arahnya.

Setelah insiden tersebut, Simeone sempat mengelak namun beberapa hari kemudian mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Vinicius serta presiden Real Madrid, Florentino Perez.

Tindakannya tersebut dinilai tidak pantas. Kejadian kali ini kembali menempatkan nama Simeone dalam pusaran kontroversi, menambah panasnya rivalitas di antara klub-klub Spanyol.