Rumah produksi Puras Production merilis film horor terbaru berjudul Asrama Putri yang mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis, 19 Februari 2026. Film garapan sutradara Wishnu Kuncoro ini diadaptasi dari kisah nyata viral yang berlatar di sebuah kampus di Kota Bogor.
Cerita dalam film ini bermula dari kedatangan Mia (Mawar Butterfly) sebagai dosen baru di sebuah kampus ternama. Kehadiran Mia bertepatan dengan peristiwa kesurupan massal yang melanda para penghuni asrama putri di lingkungan kampus tersebut.
Pasca-peristiwa mencekam itu, seorang mahasiswi bernama Loly (Nadya Ulya) menjadi sangat rentan terhadap gangguan makhluk halus. Di tengah teror gaib yang terjadi, ketenangan asrama juga terusik oleh praktik bisnis prostitusi terselubung yang dikelola oleh Miko (Bima Prawira) dan Beny (Surya R Kusumah).
Misteri Buku Harian dan Sosok Sally
Puncak konflik film ini ditandai dengan kemunculan sosok hantu perempuan bernama Sally (Nasywa Auliya) yang kehadirannya dikisahkan selalu membawa maut. Mia bersama seorang mahasiswi bernama Gwen (Dea Annisa) berupaya mengungkap misteri tersebut melalui sebuah buku harian tua milik Sally.
Penyelidikan melalui buku harian tersebut menyeret nama seorang dosen bernama Lazuardi yang diperankan oleh Samuel Rizal. Alur cerita film ini juga menampilkan perbedaan pandangan antara perspektif ilmiah dan pandangan masyarakat awam mengenai fenomena kesurupan.
Adaptasi Kisah Nyata dan Karakter Tokoh
Sutradara Wishnu Kuncoro menegaskan bahwa film ini mengangkat kejadian nyata yang dialami oleh mahasiswi di Bogor. Selain elemen mistis, film ini juga membawa pesan mengenai isu sosial yang relevan dengan kehidupan mahasiswa di lingkungan asrama saat ini.
Pemeran tokoh Gwen, Dea Annisa, mengungkapkan bahwa karakter yang ia mainkan memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan kepribadian aslinya. “Beda banget karakter Gwen sama aku sehari-hari. Gwen ini pemberani, kalau aku sih penakut banget terhadap hal-hal berbau horor,” ujar Dea dalam keterangan pers, Rabu (18/2/2026).
Dea menambahkan bahwa film ini secara spesifik menggabungkan unsur misteri dengan realitas sosial yang ada di lingkungan kampus. “Intinya ini menceritakan kejadian aneh yang benar-benar terjadi pada mahasiswi di sana. Kami mengungkap sisi mistis sekaligus mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan asrama,” kata Dea.
Ikuti Ihram.co.id
