Ihram.co.id — Pemilik minoritas Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, dilaporkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Glazer setelah pernyataannya mengenai imigrasi menuai kecaman luas. Langkah ini diambil menyusul gelombang kritik yang menganggap komentarnya mencoreng reputasi klub raksasa Liga Inggris tersebut.
Menurut laporan yang dikutip dari bola.net, Ratcliffe menghubungi rekan-rekan sesama pemilik klub untuk menjelaskan maksud pernyataannya dan meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan. Ucapan kontroversialnya yang menyebut imigran telah “mengolonisasi” Inggris memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang secara terbuka meminta Ratcliffe untuk menyampaikan permintaan maaf.
Tak lama berselang, taipan industri tersebut mengeluarkan pernyataan resmi berisi klarifikasi dan permintaan maaf atas pilihan kata yang digunakan.
FA Tinjau Komentar Kontroversial
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) saat ini tengah menelaah komentar kontroversial Sir Jim Ratcliffe sebelum memutuskan apakah akan melakukan investigasi formal.
Peraturan FA, khususnya E3.1, menyatakan bahwa setiap partisipan harus bertindak demi kepentingan terbaik permainan dan tidak boleh bertindak dengan cara yang tidak pantas atau membawa nama buruk bagi permainan. Jika terbukti melanggar, Ratcliffe berpotensi dikenakan sanksi finansial.
Dampak dari kontroversi ini terhadap citra Manchester United disebut sudah terasa signifikan. Keluarga Glazer dikabarkan memiliki kekhawatiran besar mengenai pengaruh negatif terhadap hubungan klub dengan para sponsor dan mitra komersial.
Manchester United, yang dikenal sebagai salah satu brand sepak bola paling kuat di dunia, sangat bergantung pada stabilitas reputasi untuk menjaga nilai komersialnya.
Ancaman terhadap Proyek Stadion Baru
Polemik ini juga berpotensi mengganggu rencana pembangunan stadion baru atau revitalisasi Old Trafford. Proyek ambisius yang diperkirakan menelan biaya 1 miliar poundsterling ini merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang klub untuk meningkatkan valuasi.
Wali Kota Manchester, Andy Burnham, secara terbuka mengecam pernyataan Ratcliffe sebagai “tidak akurat, menghina, dan menghasut.” Padahal, Burnham selama ini bekerja sama erat dengan pihak klub dan Ratcliffe dalam pembahasan rencana pembangunan stadion.
Keberhasilan proyek tersebut sangat bergantung pada keselarasan antara klub, pemerintah daerah, dan para pemimpin Greater Manchester. Retaknya hubungan akibat kontroversi ini dapat menjadi hambatan serius dalam proses negosiasi.
Isi Permintaan Maaf Ratcliffe
Sir Jim Ratcliffe, yang pada tahun 2024 mengakuisisi 1,25 miliar poundsterling saham Manchester United, menyatakan penyesalannya atas pilihan kata yang digunakan dalam wawancaranya dengan Sky News.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Saya meminta maaf jika pilihan kata saya telah menyinggung sebagian orang di Inggris dan Eropa. Namun, penting untuk membahas isu imigrasi yang terkontrol dan dikelola dengan baik demi mendukung pertumbuhan ekonomi.”
Ia menambahkan bahwa komentarnya disampaikan saat menjawab pertanyaan mengenai kebijakan Inggris dalam sebuah forum industri di Eropa, di mana diskusi berfokus pada pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, keterampilan, dan manufaktur.
Ratcliffe menegaskan niatnya adalah untuk menyoroti pentingnya pengelolaan migrasi yang selaras dengan investasi di sektor industri dan penciptaan lapangan kerja demi kemakmuran jangka panjang. “Sangat penting untuk menjaga ruang debat terbuka tentang tantangan yang dihadapi Inggris,” ujarnya.
Reaksi Beragam terhadap Pernyataan
Komentar Ratcliffe memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyebut pernyataan tersebut “menyinggung dan salah.” Wali Kota Manchester, Andy Burnham, juga mengkritik keras, menyebutnya “tidak akurat, menghina, dan menghasut,” serta bertentangan dengan nilai-nilai Manchester sebagai kota yang inklusif.
Manchester United sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan komitmen klub terhadap “kesetaraan, keragaman, dan inklusi” tanpa menyebut nama Ratcliffe secara langsung. Pernyataan tersebut menekankan bahwa klub bangga menjadi institusi yang inklusif dan menyambut semua kalangan, mencerminkan keragaman pemain, staf, dan basis penggemar globalnya.
Kelompok pendukung utama seperti The 1958 Group bahkan menyebut Ratcliffe sebagai “rasa malu total” atas komentarnya. Organisasi anti-diskriminasi seperti Kick It Out juga mengkritik keras pernyataan tersebut karena dianggap “memalukan dan sangat memecah belah.”
Ikuti Ihram.co.id
