— Persib Bandung tengah mempertimbangkan skema peminjaman untuk pemain sayap Febri Hariyadi pada bursa transfer musim ini. Langkah strategis ini muncul di tengah ketertarikan dua klub kasta tertinggi Indonesia, Persis Solo dan Semen Padang, yang dilaporkan bersaing untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 29 tahun tersebut.

Manajemen Aset dan Efisiensi Beban Gaji

Langkah peminjaman Febri Hariyadi diproyeksikan sebagai mekanisme manajemen skuad untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub. Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar (market value) Febri Hariyadi saat ini berada di angka kisaran Rp3,04 miliar hingga Rp3,48 miliar. Dengan durasi kontrak yang masih berjalan, skema peminjaman menjadi opsi bagi Persib Bandung untuk mengurangi beban gaji pemain (wage bill) tanpa harus kehilangan kepemilikan aset secara permanen.

Dalam praktik bisnis sepak bola Liga 1, skema peminjaman umumnya melibatkan negosiasi mengenai pembagian pembayaran gaji (salary sharing) antara klub asal dan klub peminat. Persib Bandung berpotensi mendapatkan dana segar melalui biaya peminjaman (loan fee) atau setidaknya mengalihkan kewajiban pembayaran gaji kepada klub yang meminjam, tergantung pada kesepakatan rasio beban yang disetujui para pihak.

Persaingan Persis Solo dan Semen Padang

Persis Solo dilaporkan menjadi klub pertama yang menunjukkan minat serius untuk menampung pemain yang identik dengan nomor punggung 13 tersebut. Ketertarikan klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini didasari pada kebutuhan tenaga tambahan di sektor penyerangan sayap guna meningkatkan kedalaman skuad dalam mengarungi kompetisi.

Namun, upaya Persis Solo mendapatkan Febri Hariyadi dibayangi oleh pergerakan Semen Padang. Klub promosi asal Sumatera Barat tersebut dilaporkan berupaya melakukan manuver untuk menyalip proses negosiasi. Semen Padang berambisi mendatangkan pemain berpengalaman demi memperkuat komposisi tim agar mampu bersaing di papan tengah klasemen.

Status Kontrak dan Regulasi Peminjaman

Febri Hariyadi merupakan produk asli binaan akademi Persib yang telah menjadi bagian dari skuad utama sejak 2016. Meski sempat menjadi pilar utama, fluktuasi menit bermain dalam beberapa musim terakhir membuat opsi peminjaman dianggap realistis bagi sang pemain untuk mendapatkan jam terbang reguler di klub lain.

Sesuai dengan regulasi kompetisi, proses kepindahan pemain dengan status pinjaman wajib didaftarkan melalui sistem transfer resmi dengan melampirkan kesepakatan tertulis antar-klub. Keputusan akhir mengenai klub tujuan Febri akan bergantung pada kesanggupan finansial Persis Solo maupun Semen Padang dalam memenuhi klasifikasi nilai kontrak serta biaya administrasi transfer yang ditetapkan oleh manajemen Persib Bandung.

Informasi mengenai perkembangan transfer dan status pemain tersebut dihimpun berdasarkan laporan dari Tribun Jabar dan Tribun Wow terkait dinamika bursa transfer Persib Bandung menjelang putaran kompetisi selanjutnya.