Dunia hiburan internasional dikejutkan dengan transformasi drastis Sophie Turner yang resmi memulai debutnya sebagai Lara Croft. Aktris yang melejit lewat peran Sansa Stark dalam Game of Thrones ini akan membintangi serial terbaru Tomb Raider garapan Amazon Prime Video.

Foto-foto tampilan perdana atau first look yang beredar memperlihatkan Turner dalam kondisi fisik yang luar biasa. Ia tampak mengenakan kostum ikonik sang arkeolog: tank top biru muda kusam, celana pendek cokelat, sabuk senjata ganda di paha, lengkap dengan rambut kepang khasnya.

Dedikasi Tinggi dan Latihan Fisik Ekstrem

Penampilan Turner menuai pujian luas karena dianggap berhasil memadukan nuansa klasik video game PlayStation dengan kesan modern yang lebih tangguh.

Laporan dari Fox News menyebutkan bahwa transformasi ini memberikan dampak visual kuat bagi penggemar yang menantikan adaptasi setia.

Seorang narasumber internal proyek mengungkapkan alasan di balik pemilihan Turner. “Lara Croft adalah karakter yang sangat menuntut secara fisik dan emosional.

Sophie membawa kedalaman akting dan kehadiran fisik yang luar biasa untuk menghidupkan kembali karakter ini bagi generasi baru,” ujarnya.

Demi peran ini, Sophie Turner menjalani latihan fisik yang sangat berat. Dalam wawancara di The Julia Cunningham Show, ia mengaku berlatih delapan jam setiap hari, lima kali seminggu, yang telah dimulai sejak Februari tahun lalu.

— “Aku baru tahu kalau aku punya masalah punggung yang permanen, tapi aku juga baru sadar kalau ternyata jauh lebih gampang buat ngebentuk otot kalau kita sebelumnya pernah olahraga dalam hidup kita,” ungkap Turner.

Ia juga mengakui tantangan besar karena sebelumnya tidak pernah berolahraga secara rutin. “Masalahnya, aku tuh belum pernah olahraga sama sekali seumur hidup, jadi butuh waktu berbulan-bulan sampai akhirnya aku bisa dapet bentuk badan yang oke. Ya, itulah pelajaran yang aku dapet,” tambahnya.

Visi Kreatif Phoebe Waller-Bridge

Serial ini berada di bawah arahan kreatif Phoebe Waller-Bridge, pencipta Fleabag, yang bertindak sebagai penulis sekaligus produser eksekutif. Waller-Bridge menyatakan bahwa menghidupkan kembali Lara Croft ke layar kaca adalah gairah pribadi yang besar baginya.

“Lara Croft sangat berarti bagi saya, seperti halnya bagi banyak orang, dan saya tidak sabar untuk memulai petualangan ini. Ini akan menjadi sesuatu yang berbahaya dan mengasyikkan,” kata Waller-Bridge penuh semangat.

Kini, Sophie Turner memikul beban besar untuk melanjutkan estafet dari dua aktris besar sebelumnya. Angelina Jolie sukses mendefinisikan karakter ini pada awal 2000-an, sementara Alicia Vikander membawa pendekatan yang lebih realistis dan membumi pada versi film tahun 2018.