Performa Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol 2026 menyisakan peluang sekaligus tantangan besar. Tampil di Circuito de Jerez, pembalap muda Indonesia itu harus start dari posisi ke-17 usai sesi kualifikasi yang berlangsung ketat.

Hasil tersebut memang jauh dari ideal, namun bukan tanpa harapan. Veda datang ke Jerez dengan modal penting: pengalaman dan memori podium di lintasan yang sama.

Kualifikasi Ketat, Posisi Melorot di Menit Akhir

Veda memulai kualifikasi dengan performa menjanjikan. Di sesi Q1, ia tampil kompetitif dan mengamankan posisi kedua dengan catatan waktu 1 menit 46,10 detik, hanya kalah dari Ruche Moodley.

Hasil itu memastikan langkahnya ke Q2. Pada fase awal sesi penentuan start, Veda bahkan sempat bertahan di posisi enam besar—membuka peluang start dari barisan tengah depan.

Namun, persaingan khas Moto3 kembali terlihat di menit-menit akhir. Sejumlah pembalap meningkatkan catatan waktunya secara signifikan. Meski Veda ikut mempertajam waktunya menjadi 1 menit 45,73 detik, peningkatan tersebut belum cukup untuk mempertahankan posisi.

Ia pun harus puas turun ke posisi ke-17 di grid start.

Di barisan terdepan, Maximo Quiles merebut pole position, diikuti David Munoz dan Alvaro Carpe. Sementara itu, rival yang juga pernah berduel dengan Veda, Brian Uriarte dan Hakim Danish, masing-masing start dari posisi kelima dan kesepuluh.

Memori Podium 2025 Jadi Modal Mental

Meski start dari posisi belakang, Veda punya alasan untuk tetap percaya diri. Pada 2025, saat masih tampil di Red Bull Rookies Cup, ia memulai balapan di Jerez dari posisi ke-15.

Namun, start agresif langsung mengubah jalannya lomba. Dalam satu lap, ia melesat ke grup depan dan masuk posisi tiga besar.

Balapan berkembang menjadi duel ketat antara Veda, Brian Uriarte, dan Hakim Danish. Ketiganya saling bertukar posisi hingga lap terakhir sebelum Veda akhirnya finis ketiga.

Podium tersebut menjadi tonggak penting dalam kariernya, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri hingga menembus kelas Moto3.

Tantangan Rookie di Level Dunia

Kini, situasinya berbeda. Veda datang sebagai rookie di kejuaraan dunia, menghadapi lawan dengan pengalaman dan level kompetisi yang jauh lebih tinggi.

Kesalahan kecil bisa berdampak besar, terlebih di kelas Moto3 yang dikenal dengan persaingan rapat dan slipstream yang krusial.

Meski begitu, pengalaman di Jerez menjadi keuntungan tersendiri. Pemahaman terhadap karakter tikungan, titik pengereman, hingga racing line memberi nilai tambah dalam menyusun strategi balapan.

Peluang Bangkit Masih Terbuka

Balapan sepanjang 19 lap diprediksi berlangsung dalam grup besar, khas Moto3. Kondisi ini membuka peluang bagi pembalap yang start dari belakang untuk merangsek ke depan.

Kunci bagi Veda ada pada start awal, konsistensi ritme, serta kemampuan memanfaatkan celah overtake.

Jika mampu mengulang start agresif seperti musim lalu dan bertahan di grup depan, peluang untuk finis di zona poin tetap terbuka. Bahkan, bukan tidak mungkin ia kembali menghadirkan kejutan.

Hasil Kualifikasi Moto3 Spanyol 2026 (Top 18)

  1. Maximo Quiles
  2. David Munoz
  3. Alvaro Carpe
  4. Joel Esteban
  5. Brian Uriarte
  6. Adrian Fernandez
  7. Joel Kelso
  8. David Almansa
  9. Matteo Bertelle
  10. Hakim Danish
  11. Marco Morelli
  12. Valentin Perrone
  13. Scott Ogden
  14. Ruche Moodley
  15. Adrian Cruces
  16. Cassey O’Gorman
  17. Veda Ega Pratama
  18. Rico Salmela

Jerez kembali menjadi panggung penting bagi Veda Ega Pratama. Start dari posisi ke-17 bukan akhir, melainkan peluang untuk kembali membuktikan kapasitasnya di lintasan dunia.