— Kiper andalan Persib Bandung, Teja Paku Alam, bertekad memaksimalkan masa jeda kompetisi BRI Super League 2025/2026 untuk beristirahat dan memulihkan kondisi. Keputusan tersebut diambil usai performa impresifnya membantu Maung Bandung keluar sebagai juara paruh musim, sebuah pencapaian penting dalam upaya mempertahankan gelar juara.

Peran Teja kembali menjadi sorotan saat Persib menaklukkan Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-17. Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, kiper berusia 31 tahun itu tampil tenang dan sigap di bawah mistar, melakukan sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga keunggulan Persib hingga laga berakhir. Kemenangan atas rival klasik tersebut sekaligus menutup putaran pertama kompetisi dengan hasil manis.

Tambahan tiga poin membuat Persib Bandung kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 38 poin. Mereka unggul tipis dari Borneo FC Samarinda yang menguntit di posisi kedua dengan 37 poin. Status juara tengah musim ini menjadi modal berharga bagi Persib untuk menatap paruh kedua kompetisi dengan penuh optimisme.

Peran Penting Teja di Lini Pertahanan Persib

Sepanjang putaran pertama, Teja Paku Alam menunjukkan konsistensi tinggi sebagai palang pintu terakhir Persib. Pengalamannya terbukti sangat membantu tim, terutama dalam laga-laga besar yang menuntut konsentrasi dan ketenangan ekstra. Pertandingan melawan Persija menjadi salah satu contoh bagaimana kehadiran Teja mampu memberi rasa aman bagi lini belakang Maung Bandung.

Teja mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih tim. Menurutnya, kemenangan di laga penting seperti derby melawan Persija memiliki arti lebih, tidak hanya bagi klasemen tetapi juga secara mental bagi seluruh pemain. Ia menilai kerja keras tim sepanjang paruh musim layak diapresiasi, meski tetap menyadari masih banyak hal yang perlu diperbaiki.

Manfaatkan Jeda Kompetisi untuk Pemulihan

Setelah melewati jadwal padat, Super League 2025/2026 akan memasuki masa jeda lebih dari sepekan. Putaran kedua dijadwalkan kembali bergulir pada 23 Januari, dengan Persib akan menghadapi PSBS Biak dua hari berselang. Bagi Teja, jeda ini menjadi momen ideal untuk memulihkan kebugaran fisik dan menyegarkan kondisi mental.

Ia berencana menghabiskan waktu bersama keluarga sebagai bagian dari proses recovery. Menurut Teja, keseimbangan antara profesionalisme dan waktu istirahat sangat penting agar performa tetap terjaga hingga akhir musim. Fokusnya adalah kembali ke lapangan dengan kondisi yang lebih prima.

Modal Juara Paruh Musim Menuju Putaran Kedua

Status juara tengah musim tak ingin disikapi berlebihan oleh Teja dan rekan-rekannya. Sebagai juara bertahan, Persib menyadari tantangan di putaran kedua akan semakin berat. Lawan-lawan dipastikan tampil lebih siap dan termotivasi untuk menjegal langkah Maung Bandung.

Teja menegaskan bahwa Persib harus terus berbenah dan meningkatkan konsistensi permainan. Dengan istirahat yang cukup, persiapan matang, serta kerja sama tim yang solid, ia optimistis Persib mampu menjaga performa dan kembali bersaing kuat dalam perburuan gelar hingga akhir musim.