— Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, harus mengubur mimpinya untuk meraih gelar juara Thailand Masters 2026. Pasangan yang akrab disapa Ana/Trias ini terhenti di babak semifinal setelah kalah dalam pertarungan tiga gim melawan duet Tiongkok, Bao Li Jing/Li Yi Jing, pada Sabtu (31/1/2026). Kekalahan ini sekaligus memupus asa Indonesia untuk menambah wakil di partai final turnamen BWF Super 300 tersebut.

Pertandingan yang digelar di Nimibutr Stadium, Bangkok, menyajikan duel sengit sejak awal. Bao/Li tampil agresif sejak gim pertama, memanfaatkan pukulan menyilang dan sergapan cepat yang membuat Ana/Trias kesulitan mengimbangi. Duet Tiongkok tersebut berhasil unggul jauh dengan selisih sepuluh angka, 14-4, sebelum akhirnya memenangkan gim pertama dengan skor yang cukup telak.

Perlawanan Ana/Trias di Gim Kedua

Meski tertinggal, Febriana/Meilysa tidak menyerah begitu saja. Memasuki gim kedua, mereka mencoba bangkit dan bermain lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan. Perubahan strategi ini membuahkan hasil, membuat Bao/Li harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan. Ana/Trias berhasil memberikan perlawanan sengit dan sempat memperkecil jarak, namun momentum tersebut tidak cukup untuk membawa mereka memenangkan gim kedua dan akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.

Evaluasi dan Harapan ke Depan

Seusai pertandingan, Febriana Dwipuji Kusuma mengungkapkan kekecewaannya atas hasil yang diraih. Ia mengakui bahwa mereka belum mampu memberikan penampilan terbaik di semifinal. “Hari ini kami belum bisa memberikan yang terbaik. Ke depannya kami harus bermain lebih berani lagi,” ujar Febriana. Pernyataan ini mencerminkan kesadaran tim akan area yang perlu diperbaiki untuk kompetisi selanjutnya.

Kekalahan Febriana/Meilysa menjadikan mereka sebagai salah satu dari beberapa wakil Indonesia yang terhenti di babak semifinal. Meskipun demikian, turnamen Thailand Masters 2026 masih menyisakan harapan bagi Indonesia, terutama dari sektor ganda putra yang memastikan satu tiket final.

Dominasi Indonesia di Sektor Ganda Putra

Di sisi lain, Thailand Masters 2026 juga mencatat keberhasilan gemilang bagi ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Pasangan ini berhasil melaju ke final setelah mengalahkan wakil Tiongkok, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi, dalam pertandingan semifinal. Kemenangan ini memastikan satu gelar juara untuk Indonesia, sekaligus menjadi final Super 300 pertama bagi Raymond/Joaquin sepanjang karier mereka.

Raymond/Joaquin menunjukkan performa impresif dengan kemenangan dua gim langsung atas Hu/Lin. Pertandingan yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada Sabtu (31/1/2026), berakhir dengan skor 21-16 dan 21-15 untuk keunggulan pasangan Indonesia. Keberhasilan ini menambah daftar panjang prestasi pasangan juara Australia Open 2025 tersebut.

Peluang All Indonesian Final

Babak semifinal Thailand Masters 2026 sendiri didominasi oleh wakil Indonesia, yang mengirimkan total sepuluh perwakilan. Hal ini membuka peluang terjadinya “All Indonesian Final” di beberapa nomor, termasuk ganda putra dan ganda campuran. Duel sesama wakil Indonesia juga terjadi di sektor tunggal putra antara Alwi Farhan melawan Mohammad Zaki Ubaidillah.

Meskipun Febriana/Meilysa harus tersingkir, perjuangan wakil-wakil Indonesia lainnya di Thailand Masters 2026 masih terus berlanjut. Turnamen ini menjadi ajang penting bagi para pebulu tangkis Indonesia untuk mengumpulkan poin dan meningkatkan peringkat dunia.