Ihram.co.id — Manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan kekecewaannya terhadap reaksi negatif sebagian suporter yang mencemooh Ben White saat kembali tampil membela negaranya. Tuchel menegaskan bahwa timnya akan selalu melindungi para pemain dari segala bentuk perlakuan yang tidak adil.
Ben White menerima sambutan yang terbagi di Stadion Wembley pada pertandingan persahabatan melawan Uruguay, Sabtu (28/3/2026). Bek Arsenal itu dicemooh oleh sebagian penonton saat masuk menggantikan Fikayo Tomori pada menit ke-69. Cemoohan tersebut muncul sebagai pengingat atas keputusan White yang memilih absen dari skuad timnas Inggris sejak Piala Dunia 2022 di Qatar. Keputusan tersebut dilaporkan dipicu oleh perselisihan dengan asisten pelatih Gareth Southgate saat itu, Steve Holland.
Meskipun mendapatkan sambutan yang kurang menyenangkan, White menunjukkan respons cepat di lapangan. Ia berhasil mencetak gol untuk Inggris 12 menit setelah masuk, memanfaatkan umpan silang Cole Palmer dari sepak pojok yang disundul oleh Dominic Calvert-Lewin. Gol tersebut sempat membawa Inggris unggul sebelum akhirnya Uruguay menyamakan kedudukan melalui penalti Federico Valverde di menit akhir pertandingan yang berakhir imbang 1-1.
Tuchel secara terbuka menyampaikan rasa frustrasinya terhadap insiden tersebut. “Saya mendengar dia dicemooh,” ujar Tuchel. “Saya tidak mendengarnya di lapangan karena saya terlibat dalam pergantian pemain dan instruksi. Ada beberapa cemoohan dan reaksi yang beragam terhadapnya, yang membuat saya kecewa karena tentu saja kami melindungi pemain kami.”
Manajer asal Jerman itu menambahkan bahwa White telah menunjukkan performa yang sangat baik selama pemusatan latihan dan pantas mendapatkan kesempatan bermain. “Dia luar biasa di kamp latihan dan pantas mendapatkan kesempatan masuk. Dia juga pantas menjadi starter. Dia hampir membawa kami meraih kemenangan,” kata Tuchel.
Alasan Absen dan Kembalinya Ben White
Keputusan Ben White untuk tidak lagi masuk dalam skuad timnas Inggris dimulai setelah Piala Dunia 2022. Laporan menyebutkan bahwa insiden dengan Steve Holland, yang mempertanyakan minat White terhadap sepak bola di depan rekan-rekannya, menjadi pemicu utama. White, yang pernah mengakui bahwa ia bukan penggemar sepak bola sejak kecil dan tidak menonton pertandingan di waktu luangnya, merasa sangat terpukul dengan kejadian tersebut.
Setelah kejadian itu, White bahkan menjadwalkan pernikahannya pada tahun 2023 bersamaan dengan jeda internasional, yang mengindikasikan niatnya untuk tidak kembali di bawah rezim kepelatihan sebelumnya. Namun, situasinya berubah ketika Thomas Tuchel mengambil alih kepemimpinan timnas Inggris. Tuchel membuka pintu bagi White untuk kembali, meskipun ia mengakui bahwa pemain tersebut perlu “membersihkan udara” dengan beberapa rekan setimnya yang ada saat Piala Dunia 2022.
Tuchel sendiri dilaporkan telah mencoba mencari tahu alasan di balik keputusan White meninggalkan kamp Piala Dunia, namun pemain tersebut enggan untuk membahasnya. “Saya bertanya padanya dan dia tidak mau membicarakannya,” ungkap Tuchel. “Orang harus mempercayai saya bahwa perilakunya sangat, sangat baik. Dia positif tentang kepulangannya dan sangat ingin kembali selama berbulan-bulan. Semoga orang-orang memberinya kesempatan yang adil.”
Dukungan Penuh dari Tim
Meskipun insiden cemoohan itu mengecewakan, Tuchel menekankan bahwa hal tersebut tidak akan memengaruhi dukungan tim terhadap White. Ia menyatakan bahwa semua pemain akan selalu dilindungi. “Saya juga mengerti bahwa ini pernah terjadi pada pemain lain sebelumnya di sini. Jadi, dia harus menerimanya dengan lapang dada. Kami akan selalu melindunginya dan semoga dia bisa melupakannya karena dia siap untuk menulis babak baru,” tegas Tuchel.
Tuchel juga menyoroti bahwa reaksi negatif dari suporter tidak membantu siapapun. “Saya pikir ini mengecewakan karena saya tidak berpikir ini membantu siapa pun,” katanya merujuk pada insiden serupa yang pernah dialami pemain lain di Wembley. Ia berharap agar kejadian ini dapat segera diatasi dan Ben White dapat fokus pada perjalanannya bersama timnas Inggris.
Pengalaman Ben White di pertandingan tersebut memang penuh drama. Selain dicemooh dan mencetak gol, ia juga melakukan pelanggaran di menit akhir yang berujung pada penalti bagi Uruguay. Namun, Tuchel tetap memberikan dukungan penuh, menegaskan bahwa tim akan selalu berada di belakang para pemainnya, terlepas dari reaksi publik.
Ikuti Ihram.co.id
