Ihram.co.id — Thomas Tuchel dilaporkan segera menandatangani perpanjangan kontrak sebagai pelatih Timnas Inggris dengan durasi hingga tahun 2028. Laporan The Times menyebutkan bahwa pengumuman resmi mengenai kesepakatan baru ini berpotensi dilakukan sebelum pengundian UEFA Nations League 2026/2027 pada Kamis (12/2/2026).
Pelatih asal Jerman tersebut dikabarkan antusias dengan prospek memimpin skuad The Three Lions di Piala Dunia 2026 dan Euro 2028. Perpanjangan kontrak ini diproyeksikan berlaku hingga berakhirnya Euro 2028, yang akan diselenggarakan secara bersama oleh Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia.
Target Euro 2028 dan Stabilitas Tim
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mengambil langkah ini untuk mengantisipasi ketidakpastian posisi pelatih yang dapat memengaruhi performa skuad di Piala Dunia 2026. Tuchel awalnya hanya memiliki kesepakatan untuk melatih hingga akhir turnamen akbar yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Langkah FA ini juga muncul di tengah spekulasi yang menghubungkan Tuchel dengan posisi pelatih permanen di Manchester United. Nama pria berusia 52 tahun tersebut sempat disebut sebagai kandidat utama untuk menggantikan pelatih interim Michael Carrick di Old Trafford pada akhir musim mendatang.
Rekor Sempurna di Kualifikasi Piala Dunia
Semenjak resmi bertugas pada 1 Januari 2025, Tuchel membawa Inggris menjadi satu-satunya negara Eropa dengan rekor sempurna di babak kualifikasi Piala Dunia. Harry Kane dan rekan-rekan saat ini kokoh di puncak Grup K UEFA dengan keunggulan 10 poin dari pesaing terdekat.
Dalam delapan pertandingan yang telah dijalani, Inggris berhasil mencetak 22 gol tanpa satu pun kebobolan. Catatan impresif ini melanjutkan fondasi yang dibangun setelah era Gareth Southgate dan masa transisi di bawah pelatih sementara Lee Carsley yang meraih lima kemenangan dari enam laga.
Komitmen dan Standar Performa
Pada November 2025, Tuchel sempat mengisyaratkan peluang untuk tetap menjabat sebagai manajer Inggris setelah perhelatan Piala Dunia. Ia menegaskan bahwa masa depannya tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan meraih trofi mayor pertama bagi Inggris sejak 1966.
Tuchel menyatakan terdapat standar tertentu yang harus dicapai tim, namun ia menekankan bahwa cara sebuah tim gugur dalam kompetisi juga menjadi bahan evaluasi. Ia menggarisbawahi perbedaan antara kalah telak dari tim lemah dengan kekalahan dramatis melalui adu penalti di babak perempat final saat bermain dengan keterbatasan pemain.
“Ada standar tertentu yang harus kami capai dan saya tuntut dari diri saya sendiri. Jika tidak, itu tidak cukup baik. Kita semua paham bahwa dalam sepak bola fase gugur, yang penting adalah bagaimana kita tersingkir,” kata Tuchel kepada wartawan menjelang laga melawan Serbia.
Ikuti Ihram.co.id
