Ihram.co.id — Arsenal menghadapi tantangan berat dalam laga terakhir fase grup Liga Champions melawan Kairat Almaty di Emirates Stadium pada Kamis (29/1/2026) dini hari pukul 03:00 WIB. Tim asuhan Mikel Arteta dipastikan tampil tanpa tiga pemain kunci mereka: bek William Saliba, bek Jurrien Timber, dan gelandang Declan Rice. Absennya trio pilar ini memaksa Arteta untuk menyiapkan rencana darurat demi menjaga rekor sempurna Arsenal di kompetisi tersebut.
William Saliba dan Jurrien Timber dipastikan tidak dapat diturunkan karena mengalami cedera ringan atau “niggles” yang membuat mereka absen dalam sesi latihan tim pada Selasa (27/1/2026). Manajer Mikel Arteta menyatakan bahwa kedua bek tersebut tidak tersedia untuk pertandingan ini.
“Mereka punya sedikit masalah dan ini adalah kesempatan bagus bagi kami untuk melakukan pekerjaan yang berbeda dengan mereka agar mereka dalam kondisi terbaik yang kami bisa tawarkan,” ujar Arteta. Keputusan ini bersifat pencegahan untuk memastikan kedua pemain pulih sepenuhnya demi menghadapi jadwal padat di liga domestik dan kompetisi lainnya.
Sementara itu, Declan Rice dan gelandang Mikel Merino dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning. Keduanya menerima kartu kuning ketiga mereka dalam pertandingan sebelumnya melawan Inter Milan, yang berujung pada hukuman larangan bermain satu pertandingan. Absennya Rice, yang merupakan gelandang sentral andalan, akan menjadi pukulan telak bagi lini tengah Arsenal. Arteta pun harus mencari alternatif untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rice dan Merino.
Arteta Hadapi Dilema Rotasi dan Kedalaman Skuad
Meskipun Arsenal telah memastikan lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan rekor sempurna tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan, pertandingan melawan Kairat Almaty tetap penting untuk mengamankan posisi puncak klasemen grup. Kemenangan akan memastikan Arsenal bermain di kandang pada leg kedua babak gugur.
Namun, dengan jadwal padat yang menanti, termasuk pertandingan tandang melawan Leeds United dan leg kedua semifinal Piala Liga melawan Chelsea, Arteta dipaksa untuk melakukan rotasi pemain.
Arteta sendiri tidak terlalu khawatir dengan absennya beberapa pemain kunci. Ia menekankan bahwa timnya sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini sepanjang musim. “Ini sudah seperti ini selama tujuh bulan pertama kompetisi ini.
Baik itu di kompetisi ini, liga domestik, Liga Champions, atau dengan pemain internasional yang bermain untuk negara mereka juga. Tidak ada yang baru,” kata Arteta. Ia menambahkan bahwa kedalaman skuad Arsenal musim ini menjadi kekuatan utama mereka, memungkinkan rotasi tanpa mengurangi kualitas tim secara signifikan.
Absennya Saliba dan Timber membuka peluang bagi pemain bertahan lainnya untuk mendapatkan menit bermain. Nama-nama seperti Piero Hincapie, Ben White, Cristhian Mosquera, Myles Lewis-Skelly, dan Marli Salmon berpotensi mengisi lini belakang. Di lini tengah, dengan absennya Rice dan Merino, Christian Norgaard kemungkinan akan mendapatkan kesempatan bermain, didukung oleh Martin Odegaard dan Eberechi Eze.
Kondisi Pemain Lain dan Rencana Jangka Panjang
Selain Saliba, Timber, Rice, dan Merino, Arsenal juga masih kehilangan Max Dowman yang masih dalam pemulihan dari cedera ligamen pergelangan kaki. Pemain muda ini diperkirakan baru bisa kembali berlatih penuh pada pertengahan hingga akhir Februari 2026.
Sementara itu, Kai Havertz yang sempat absen karena masalah lutut, kini dikabarkan semakin dekat dengan kebugaran penuh dan mungkin akan mendapatkan menit bermain dalam pertandingan ini, meskipun statusnya sebagai starter masih diragukan. Riccardo Calafiori juga dilaporkan telah kembali berlatih dan siap diturunkan.
Manajer Arteta menegaskan bahwa prioritas klub adalah kesehatan jangka panjang para pemainnya. Keputusan untuk mengistirahatkan Saliba dan Timber, meskipun hanya mengalami cedera ringan, menunjukkan komitmen Arsenal untuk melindungi aset mereka menjelang fase krusial musim ini. Dengan ambisi yang besar di Premier League, Piala Liga, dan Liga Champions, menjaga kebugaran skuad menjadi kunci utama keberhasilan.
Pertandingan melawan Kairat Almaty, meskipun secara hasil tidak akan banyak berpengaruh bagi Arsenal yang sudah memastikan lolos, menjadi ajang pembuktian bagi pemain yang jarang mendapatkan kesempatan bermain. Arteta akan memanfaatkan laga ini untuk merotasi skuadnya, memberikan pengalaman bertanding di Liga Champions kepada pemain muda, sekaligus menjaga kebugaran para pemain intinya. Kemenangan akan menjadi penutup fase grup yang sempurna dan modal berharga untuk menghadapi babak gugur.
Ikuti Ihram.co.id
