Ihram.co.id — Manchester United secara resmi menutup peluang kepindahan Joshua Zirkzee pada bursa transfer musim dingin Januari 2026. Langkah ini diambil bertepatan dengan keputusan AS Roma yang menarik diri dari perburuan penyerang asal Belanda tersebut setelah merampungkan transfer Donyell Malen dan Robinio Vaz.
Kegagalan Negosiasi Joshua Zirkzee
Sebelumnya, AS Roma dilaporkan berminat memulangkan Joshua Zirkzee ke Italia dengan skema pinjaman. Tawaran tersebut menyertakan klausul kewajiban pembelian permanen senilai 35 hingga 45 juta euro yang akan aktif jika Giallorossi berhasil lolos ke Liga Champions.
Direktur Olahraga AS Roma, Frederic Massara, mengonfirmasi bahwa pembicaraan mengenai penyerang berusia 24 tahun tersebut sudah berakhir. Ia menyatakan pihak Manchester United telah mengambil posisi tegas sejak beberapa pekan terakhir.
“Manchester United telah menyelesaikan kesepakatan (Zirkzee) dengan cukup jelas beberapa minggu yang lalu dan tidak pernah membuka kembali pembicaraan tersebut,” ujar Massara pada Minggu (18/1/2026).
Manuver Transfer AS Roma
Keputusan AS Roma untuk tidak melanjutkan pengejaran Zirkzee juga dipengaruhi oleh keberhasilan klub mengamankan dua pemain baru. Dalam satu pekan terakhir, tim asuhan Gian Piero Gasperini ini telah mendatangkan Donyell Malen dari Aston Villa dan Robinio Vaz dari Marseille.
Massara menyebut kehadiran kedua pemain tersebut akan memberikan dampak instan bagi kedalaman skuad. Fokus klub saat ini juga telah bergeser untuk memperkuat lini pertahanan dengan mencari bek tengah baru sebelum jendela transfer ditutup.
“Malen dan Vaz adalah dua pemain kuat. Yang satu berbakat dan yang lainnya sudah mapan dan dapat membantu kami,” tambah Massara terkait aktivitas bisnis klub di bulan Januari.
Manchester United Pantau Mile Svilar
Di saat pintu keluar untuk Zirkzee tertutup, Manchester United justru menunjukkan ketertarikan pada aset penting milik AS Roma, Mile Svilar. Kiper internasional Serbia berusia 26 tahun tersebut masuk dalam radar pemantauan untuk proyek perombakan departemen penjaga gawang di Old Trafford.
Langkah ini berkaitan dengan meningkatnya spekulasi internal mengenai masa depan André Onana dan Altay Bayındır. Onana dikabarkan menarik minat dari klub-klub Arab Saudi, sementara peran jangka panjang Bayındır di klub masih belum menemui kepastian.
Tim pemandu bakat Manchester United dilaporkan terkesan dengan ketenangan dan kemampuan penyelamatan Svilar selama merumput di Serie A. Ia dinilai memiliki profil yang sesuai untuk menjadi penjaga gawang utama dalam jangka panjang.
Kendala Valuasi dan Regulasi Keuangan
Meski berminat, Manchester United menghadapi kendala besar terkait nilai transfer dan regulasi keuangan. AS Roma mematok harga Svilar di angka 52 juta hingga 60 juta euro, mengingat sang pemain masih terikat kontrak hingga tahun 2030.
Selain tingginya valuasi, batasan Financial Fair Play (FFP) membuat kepindahan pada Januari dianggap tidak realistis. Manajemen Manchester United lebih mempertimbangkan pendekatan pada bursa transfer musim panas untuk mengatur struktur pembayaran dan menilai kondisi pasar penjaga gawang secara lebih luas.
AS Roma berada dalam posisi tawar yang kuat karena mendatangkan Svilar secara bebas transfer pada 2022. Penjualan dengan angka yang dipatok akan menjadi keuntungan finansial yang signifikan bagi klub asal ibu kota Italia tersebut.
Informasi mengenai perkembangan bursa transfer dan kebijakan pemain tersebut dihimpun berdasarkan keterangan resmi dari manajemen klub serta laporan aktivitas transfer Liga Inggris dan Liga Italia.
Ikuti Ihram.co.id
