— Rumor kepindahan Mariano Peralta ke Persib Bandung kian ramai diperbincangkan jelang penutupan bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Penyerang milik Borneo FC tersebut disebut-sebut masuk radar Maung Bandung untuk menambah daya gedor lini depan.

Menanggapi isu yang berkembang, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar akhirnya buka suara. Namun, Umuh menegaskan bahwa hingga kini belum ada kepastian terkait kemungkinan bergabungnya penyerang asal Argentina tersebut.

“Peralta? Belum ya. Kalau Peralta masuk ya luar biasa. Tunggu saja, kalau Bojan sudah bicara pasti (ada pemain baru),” kata Umuh saat ditemui di Bandung, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Duel Persib vs Malut United, Layvin Kurzawa dan Dion Markx Berpeluang Jalani Debut

Umuh menyampaikan, manajemen Persib masih menunggu laporan dan rekomendasi langsung dari pelatih Bojan Hodak sebelum mengambil keputusan terkait penambahan pemain. Hingga saat ini, belum ada pembicaraan resmi soal transfer Peralta.

Ia juga memastikan bahwa Persib belum akan menambah pemain dalam waktu dekat. Sejauh ini, Persib baru mendatangkan dua pemain pada paruh musim, yakni Layvin Kurzawa dan Dion Markx.

“Belum (ada), saya tanya sampai saat ini belum,” ujar Umuh.

Nama Mariano Peralta sendiri mencuat lantaran performanya yang impresif bersama Borneo FC pada putaran pertama musim ini. Pemain berusia 26 tahun tersebut mencatatkan 10 gol dan 8 assist dari 19 penampilan, menjadikannya salah satu penyerang paling produktif di Super League.

Kontribusi besar Peralta membuatnya disebut sebagai motor serangan utama Pesut Etam. Catatan statistik tersebut pula yang memicu spekulasi ketertarikan Persib, yang dinilai masih membutuhkan penyerang dengan naluri gol tinggi dalam situasi laga krusial.

Baca Juga: Dedi Kusnandar dan Dion Markx Gabung Latihan Persib, Kurzawa Ikut Sesi Pemulihan

Di sisi lain, pelatih Persib Bojan Hodak mengakui bahwa timnya memang menghadapi tantangan di lini depan, terutama soal kondisi fisik dan penyelesaian akhir. Sejak awal musim, Persib mengandalkan tiga striker asing, yakni Ramon Tanque, Andrew Jung, dan Uilliam Barros.

Secara statistik, Uilliam Barros dan Andrew Jung menjadi yang paling produktif dengan masing-masing mengoleksi sembilan gol di ajang Super League dan AFC Champions League Two (ACL 2). Sementara Ramon Tanque baru mencetak empat gol.

Hodak menilai masalah utama bukan pada kualitas striker, melainkan cedera yang kerap menghambat konsistensi performa.

“Saya tidak punya kendala dengan striker. Masalahnya adalah striker kami cedera. Tapi jika melihat Jung, rasio menit bermain dan mencetak golnya sangat bagus,” ujar Hodak.

Ia menjelaskan, Jung datang terlambat dari Eropa dan tidak mengikuti pramusim bersama tim, sehingga berdampak pada kebugaran. Sementara Ramon Tanque juga sempat mengalami kendala fisik karena selalu dimainkan di setiap pertandingan.

“Dalam tiga pertandingan terakhir Ramon mencetak empat gol dan akhirnya bisa mulai mencetak gol. Ini normal, tapi kami masih perlu berlatih untuk finishing,” pungkas Hodak.