— Legenda Manchester United, Wayne Rooney, melontarkan kritik tajam terhadap penampilan FC Barcelona setelah tim asuhan Hansi Flick tersebut hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Newcastle United dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA. Rooney menilai bahwa tempo dan intensitas permainan klub-klub Liga Primer Inggris, seperti Newcastle, terlalu tinggi untuk dihadapi oleh Barcelona.

Menurut Rooney, dua pertandingan yang ia saksikan, yaitu pertandingan tandang melawan Chelsea dan Newcastle, memperlihatkan kelemahan Barcelona dalam mengimbangi kecepatan dan kekuatan fisik lawan. Pernyataan ini disampaikan Rooney seusai pertandingan di St James’ Park yang berakhir dengan skor imbang berkat gol penalti Lamine Yamal di menit akhir.

Tempo dan Intensitas Jadi Masalah Utama

Rooney secara spesifik menyatakan, “Dua kali saya menonton Barcelona musim ini: tandang melawan Chelsea dan melawan Newcastle, saya pikir tempo dan intensitas Liga Primer Inggris terlalu berat bagi mereka.”

Pernyataan tersebut menggarisbawahi pandangannya bahwa Barcelona belum mampu beradaptasi dengan tuntutan fisik yang lebih tinggi yang kerap dihadirkan oleh tim-tim dari kasta teratas sepak bola Inggris.

Meskipun Rooney memprediksi Barcelona kemungkinan akan tetap lolos ke babak perempat final saat leg kedua di kandang mereka, Spotify Camp Nou, ia meragukan kualitas permainan timnya di leg pertama.

“Mereka mungkin akan lolos di Barcelona, tetapi mereka sama sekali tidak mendikte jalannya pertandingan,” ujar Rooney. Komentar ini menunjukkan kekecewaannya terhadap kurangnya dominasi Barcelona dalam pertandingan tersebut.

Perdebatan Taktik dengan Alan Shearer

Kritik Rooney ini muncul di tengah perdebatan hangat dengan legenda Newcastle United, Alan Shearer. Shearer mengungkapkan penyesalannya karena Newcastle tidak mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga akhir pertandingan setelah Harvey Barnes mencetak gol di menit ke-86. Shearer berpendapat bahwa manajer Eddie Howe seharusnya menginstruksikan timnya untuk lebih bertahan dan mengamankan kemenangan.

“Saya melihat Howe memberi tahu Dan Burn untuk maju ke depan dengan sisa waktu empat hingga lima menit. Pikiran saya saat itu adalah, ‘Tidak, pertahankan saja keunggulan itu.'” kata Shearer. Shearer menambahkan bahwa bermain imbang 1-1 jauh lebih berisiko dibandingkan membawa keunggulan 1-0 ke leg kedua di kandang Barcelona yang terkenal sulit.

Namun, Rooney tidak sependapat dengan Shearer. Ia berargumen bahwa mencoba mencetak gol kedua adalah langkah yang tepat bagi Newcastle. “Saya tidak setuju dengan Shearer,” tegas Rooney.

“Menurut saya, itu adalah pilihan yang tepat bagi Newcastle untuk mencoba mencetak gol kedua.” Rooney menekankan bahwa keunggulan satu gol saja seringkali tidak cukup saat menghadapi tim sekelas Barcelona, dan mereka mungkin merasa perlu keunggulan dua gol untuk merasa aman.

Performa Individu dan Harapan untuk Leg Kedua

Terlepas dari hasil imbang, Rooney juga memberikan pujian kepada pemain muda Newcastle, Lewis Hall, atas penampilannya yang gemilang dalam mengawal winger Barcelona, Lamine Yamal. Rooney menyebut Hall sebagai pemain yang “brilian” dan mampu menjaga Yamal agar tidak terlalu berbahaya, meskipun akhirnya Yamal berhasil mencetak gol dari titik penalti.

Barcelona kini harus bersiap untuk menghadapi Sevilla di La Liga sebelum menjamu Newcastle United pada leg kedua di Spotify Camp Nou pada tanggal 18 Maret. Pelatih Hansi Flick dikabarkan mempertimbangkan untuk melakukan rotasi pemain dalam pertandingan liga domestik guna memastikan para pemain intinya dalam kondisi terbaik untuk menghadapi Newcastle.

Pertandingan leg pertama antara Newcastle United dan Barcelona yang berakhir 1-1 ini memang menyajikan drama hingga menit akhir. Gol Harvey Barnes untuk Newcastle sempat membawa tuan rumah unggul, namun Barcelona berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Lamine Yamal di masa injury time. Hasil ini membuat leg kedua di Camp Nou diprediksi akan berjalan semakin sengit.