PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengambil langkah strategis masuk ke bisnis angkutan laut melalui akuisisi 191.250 saham atau 99,99% kepemilikan PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).
Transaksi senilai Rp215 miliar ini dikonfirmasi manajemen WBSA dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada Kamis (18/6/2026). Akuisisi dianggap sebagai bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan layanan marine shipping.
Transaksi Afiliasi dan Struktur Kepemilikan
BNL yang menjual saham merupakan perusahaan holding dengan ultimate beneficial owner (UBO) sama dengan WBSA, yakni Andree dan Edwin Wibowo. Andree tercatat sebagai Komisaris Utama WBSA sekaligus Direktur BNL, sementara Edwin menjabat Direktur Utama WBSA dan Komisaris BNL.
Karena hubungan afiliasi dan nilai transaksi di atas ambang material, WBSA menyatakan rencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pemegang saham independen pada Jumat (19/6/2026) untuk meminta persetujuan atas akuisisi tersebut.
Alasan Strategis Akuisisi
Manajemen WBSA menjelaskan akuisisi BIL mendukung transformasi perseroan menjadi penyedia layanan logistik multimoda terintegrasi. BIL sendiri merupakan holding dari PT Beruang Maritim Indonesia (BMI) yang bergerak di jasa pelayaran.
“Dengan adanya pengambilalihan BIL, perseroan akan memperoleh kepemilikan pengendali atas BMI sebagai entitas operasional di bidang pelayaran dan mengintegrasikan kapabilitas angkutan laut yang telah beroperasi tersebut ke dalam kelompok usaha perseroan,”
Integrasi kapabilitas laut dinilai akan memperkuat konektivitas antara layanan angkutan laut, jaringan angkutan darat, dan fasilitas pergudangan WBSA. Perusahaan menyebutkan tujuan lainnya meliputi ekspansi industri, perluasan wilayah operasi, diversifikasi basis pelanggan, pemerataan kontribusi industri, serta peningkatan skala dan pangsa pasar.
Dampak Keuangan dan Konsolidasi
WBSA menyatakan dana yang digunakan untuk akuisisi bersumber dari hasil penawaran umum perdana (IPO) yang diumumkan pada 2 April 2026. Setelah akuisisi, baik WBSA maupun BIL akan dikendalikan oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd (TBK).
Perusahaan memproyeksikan konsolidasi kinerja BMI ke dalam laporan keuangan WBSA dapat meningkatkan pendapatan dan laba bersih konsolidasian dalam jangka panjang melalui sinergi operasional dan komersial.
Dari proyeksi yang disampaikan, pendapatan total WBSA diperkirakan meningkat menjadi Rp3,155 triliun setelah akuisisi dibandingkan Rp2,13 triliun pada 2025. Namun, laba bersih diproyeksikan turun dari Rp45,31 miliar pada 2025 menjadi Rp40,74 miliar lantaran BIL masih mencatat rugi sebesar Rp4,57 miliar. Total aset juga diperkirakan naik menjadi Rp1,68 triliun dari Rp1,02 triliun pada 2025.
“Peningkatan dan diversifikasi kinerja keuangan tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat kapasitas WBSA dalam menghasilkan arus kas operasional yang lebih stabil, mendukung kemampuan perseroan dalam membagikan dividen serta mendorong peningkatan nilai perusahaan secara berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,”
Manajemen menekankan bahwa akuisisi ini dimaksudkan untuk menciptakan sinergi yang memperbesar skala usaha dan meningkatkan daya saing perseroan di segmen logistik B2B.
Ikuti Ihram.co.id
