Platform media sosial X, yang dimiliki oleh Elon Musk, dilaporkan mengalami gangguan layanan secara luas di seluruh dunia pada Jumat, 16 Januari 2026. Insiden ini menyebabkan puluhan ribu pengguna tidak dapat mengakses aplikasi maupun situs web, menandai gangguan besar kedua dalam tiga hari terakhir.

Menurut situs pelacak gangguan Downdetector.com, laporan masalah mulai melonjak drastis sekitar pukul 10.00 pagi Waktu Bagian Timur (ET) atau pukul 22.00 WIB. Puncaknya, lebih dari 100.000 pengguna melaporkan kesulitan mengakses platform tersebut. Beberapa laporan bahkan menunjukkan angka mencapai 150.000 pengguna yang terdampak.

Pengguna di berbagai belahan dunia, termasuk Amerika Serikat, Inggris, India, dan Kanada, merasakan dampak kelumpuhan ini. Banyak yang mencoba mengakses situs web atau aplikasi X hanya disambut dengan pesan kesalahan seperti “Something went wrong. Try reloading.” atau “connection timed out.” Upaya memuat ulang halaman seringkali hanya menghasilkan lingkaran berputar tanpa penyelesaian.

Gangguan Kedua dalam Sepekan Terakhir

Gangguan pada Jumat ini terjadi hanya tiga hari setelah insiden serupa pada Selasa, 13 Januari 2026. Pada saat itu, lebih dari 28.000 pengguna melaporkan masalah dengan platform X. Laporan gangguan pada 13 Januari mencapai puncaknya dengan lebih dari 26.000 di Downdetector, termasuk lebih dari 22.900 laporan di AS, 7.000 di Inggris, dan 2.700 di Kanada.

Hingga saat ini, pihak X belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti dari kedua gangguan terbaru ini. Permintaan komentar dari berbagai media, termasuk Reuters, belum mendapat respons.

Pada insiden Jumat, perusahaan penyedia infrastruktur internet Cloudflare melaporkan bahwa sistem mereka beroperasi secara normal, mengindikasikan bahwa masalah kemungkinan besar berasal dari internal X.

Riwayat Gangguan Sejak Diakuisisi Elon Musk

Serangkaian gangguan teknis telah menjadi pola yang berulang bagi platform X sejak diakuisisi oleh Elon Musk pada akhir 2022. Pada Maret 2025, platform ini mengalami gangguan masif yang menghasilkan lebih dari 1,6 juta laporan di Downdetector, yang kala itu diklaim Musk sebagai “serangan siber besar-besaran”.

Kemudian, pada Mei 2025, kegagalan pusat data mengganggu layanan bagi ribuan pengguna di AS, Kanada, dan Jerman.

Akhir tahun 2025 juga diwarnai gangguan. Pada November 2025, konfigurasi keamanan yang salah melibatkan Cloudflare sempat menyebabkan sistem lalu lintas platform lumpuh. Beberapa hari kemudian, gangguan terpisah kembali membuat X tidak dapat diakses bagi ribuan pengguna di AS.

Para analis industri sering menunjuk pada langkah-langkah pemotongan biaya yang agresif sebagai faktor utama dalam menurunnya stabilitas platform. Setelah pengambilalihan pada 2022, jumlah staf teknik perusahaan dipangkas dari sekitar 7.500 menjadi kurang dari 2.000 karyawan.

Gangguan Fitur DM dan Isu Grok di Indonesia

Selain gangguan akses utama, fitur Direct Message (DM) di X juga dilaporkan mengalami masalah pada sekitar Jumat, 9 Januari hingga Sabtu, 10 Januari 2026. Banyak pengguna mengeluhkan pesan pribadi yang tidak bisa dibuka, gagal terkirim, atau berstatus “Disconnected”.

Sebagian warganet berspekulasi bahwa masalah DM ini mungkin terkait dengan pemblokiran sementara aplikasi Grok, bot AI yang terintegrasi di X, oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia pada 10 Januari 2026.

Komdigi mengambil langkah tersebut untuk melindungi masyarakat dari risiko konten pornografi palsu berbasis kecerdasan artifisial, termasuk praktik deepfake seksual nonkonsensual.

Kementerian juga telah meminta platform X untuk memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok. Namun, pihak X belum mengonfirmasi adanya kaitan antara pemblokiran Grok dengan gangguan fitur DM atau kelumpuhan platform secara keseluruhan.

Keluhan pengguna X dari berbagai negara terus memenuhi platform media sosial lain, seperti Reddit dan Facebook, di mana mereka saling berbagi informasi mengenai kesulitan akses. Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah laporan di Downdetector mulai menunjukkan penurunan, yang bisa menjadi indikasi awal pemulihan layanan secara bertahap.