Xiaomi dikabarkan tengah mempersiapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) native untuk sistem operasi HyperOS pada perangkat smartphone-nya. Langkah ini diyakini akan meningkatkan performa, efisiensi, dan keamanan data pengguna secara signifikan.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh tipster teknologi SmartPikachu, yang menyebut bahwa tren AI native atau on-device AI tengah menjadi fokus pengembangan banyak sistem operasi mobile, termasuk HyperOS. Teknologi ini memungkinkan pemrosesan AI langsung di perangkat tanpa bergantung pada server eksternal atau cloud.

AI Native Jalankan Semua Pemrosesan di Perangkat

AI native bekerja sepenuhnya di dalam smartphone, menggunakan NPU (Neural Processing Unit) dan chip AI khusus untuk memproses data. Berbeda dengan AI berbasis cloud yang memerlukan koneksi internet, AI native menawarkan:

  • Kecepatan dan respons lebih tinggi
  • Konsumsi daya lebih efisien
  • Kemampuan berjalan tanpa internet stabil

Dengan pemrosesan langsung di perangkat, fitur AI seperti pengenalan wajah, analisis foto, atau asisten suara dapat berjalan lebih cepat dan lancar.

Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah perlindungan data pengguna. Seluruh pemrosesan dilakukan di ponsel, sehingga data sensitif seperti:

  • foto dan video
  • rekaman suara
  • dokumen pribadi
  • pola penggunaan perangkat

tidak perlu dikirim ke server eksternal. Pendekatan ini meminimalkan risiko kebocoran data dan meningkatkan keamanan informasi pribadi.

Debut Bersama Xiaomi 18 Series?

Bocoran menyebut bahwa HyperOS dengan AI native kemungkinan akan hadir bersama Xiaomi 18 series. Perangkat ini diprediksi menjadi flagship pertama yang menawarkan pengalaman AI native sepenuhnya, berbasis Android 17.

Meski begitu, Xiaomi belum memberikan konfirmasi resmi terkait jadwal peluncuran maupun spesifikasi detail AI native ini.

Pengembangan AI native di HyperOS sejalan dengan strategi Xiaomi memperkuat ekosistem perangkat pintar. HyperOS sebelumnya diperkenalkan sebagai sistem operasi terpadu yang menghubungkan smartphone, wearable, dan perangkat IoT lain dengan pengalaman pengguna yang konsisten.

Jika teknologi AI native terealisasi, Xiaomi berpotensi menyaingi Apple dan Samsung dalam inovasi AI mobile, sekaligus memberikan pengalaman lebih cepat, efisien, dan aman bagi penggunanya.