— Awal Bulan Syaban 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Ketetapan ini merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama serta prediksi dari organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Berdasarkan data Kementerian Agama, 1 Syaban 1447 H akan dimulai pada Selasa besok dengan durasi bulan selama 30 hari penuh sebelum memasuki Ramadhan. Senada dengan pemerintah, Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Bojonegoro memprediksi awal Syaban jatuh pada Selasa Pahing, 20 Januari 2026, karena posisi hilal saat akhir Rajab dinilai belum memenuhi kriteria imkanurrukyah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah menetapkan 1 Syaban 1447 H pada Selasa Pahing, 20 Januari 2026. Muhammadiyah kini memedomani Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) untuk menyatukan tanggalan umat Islam di seluruh dunia yang telah aktif diberlakukan sejak awal tahun 1447 Hijriah lalu.

Rincian Kalender Syaban 1447 H / 2026

Untuk memudahkan masyarakat dalam merencanakan ibadah, berikut adalah jadwal lengkap kalender Syaban 2026 selama 30 hari berdasarkan kalender Hijriah Kemenag dan NU:

  • 1 Syaban 1447 H: Selasa, 20 Januari 2026
  • 2 Syaban 1447 H: Rabu, 21 Januari 2026
  • 3 Syaban 1447 H: Kamis, 22 Januari 2026
  • 4 Syaban 1447 H: Jumat, 23 Januari 2026
  • 5 Syaban 1447 H: Sabtu, 24 Januari 2026
  • 6 Syaban 1447 H: Minggu, 25 Januari 2026
  • 7 Syaban 1447 H: Senin, 26 Januari 2026
  • 8 Syaban 1447 H: Selasa, 27 Januari 2026
  • 9 Syaban 1447 H: Rabu, 28 Januari 2026
  • 10 Syaban 1447 H: Kamis, 29 Januari 2026
  • 11 Syaban 1447 H: Jumat, 30 Januari 2026
  • 12 Syaban 1447 H: Sabtu, 31 Januari 2026
  • 13 Syaban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
  • 14 Syaban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026
  • 15 Syaban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026 (Malam Nisfu Syaban)
  • 16 Syaban 1447 H: Rabu, 4 Februari 2026
  • 17 Syaban 1447 H: Kamis, 5 Februari 2026
  • 18 Syaban 1447 H: Jumat, 6 Februari 2026
  • 19 Syaban 1447 H: Sabtu, 7 Februari 2026
  • 20 Syaban 1447 H: Minggu, 8 Februari 2026
  • 21 Syaban 1447 H: Senin, 9 Februari 2026
  • 22 Syaban 1447 H: Selasa, 10 Februari 2026
  • 23 Syaban 1447 H: Rabu, 11 Februari 2026
  • 24 Syaban 1447 H: Kamis, 12 Februari 2026
  • 25 Syaban 1447 H: Jumat, 13 Februari 2026
  • 26 Syaban 1447 H: Sabtu, 14 Februari 2026
  • 27 Syaban 1447 H: Minggu, 15 Februari 2026
  • 28 Syaban 1447 H: Senin, 16 Februari 2026
  • 29 Syaban 1447 H: Selasa, 17 Februari 2026
  • 30 Syaban 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026

Baca Juga: Kapan Malam Nisfu Syaban 2026 Dimulai? Simak Waktu dan Keutamaannya

Makna dan Sejarah Nama Bulan Syaban

Nama Syaban secara etimologi memiliki akar kata yang berarti pemisahan. Muhammad Andri Setiawan dan Karyono Ibnu Ahmad dalam buku Program Bimbingan dan Konseling Pendekatan Qur’ani menjelaskan bahwa nama ini berasal dari kebiasaan orang Arab Jahiliah yang berpencar atau memisahkan diri untuk mencari air saat bulan ini tiba.

Selain makna tersebut, sebagian ulama berpendapat bahwa nama Syaban merujuk pada banyaknya cabang kebaikan yang tersedia di dalamnya. Sayyid Muhammad Alwi dalam karyanya Ma Dza Fi Sya’ban? menyebutkan bahwa Syaban juga bisa berasal dari kata as-Syi’bu yang berarti jalan di gunung, yang dalam hal ini dimaknai sebagai jalan menuju kebaikan.

Dalam syariat Islam, Syaban dipandang sebagai momentum istimewa untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Meskipun pemerintah dan NU masih bersifat prediksi hingga menunggu hasil rukyatul hilal di akhir Rajab, kesamaan tanggal ini menjadi acuan utama bagi masyarakat dalam menyusun agenda ibadah.

Amalan Sunnah dan Keutamaan Puasa Syaban

Amalan sunnah yang paling utama di bulan Syaban adalah memperbanyak puasa. Rasulullah SAW diketahui paling banyak mengerjakan puasa sunnah pada bulan ini dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya selain Ramadhan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Salah satu hikmah memperbanyak puasa pada bulan Syaban adalah untuk menjaga konsistensi ibadah agar tidak lalai. Usamah bin Zaid RA menyebutkan bahwa Syaban sering dilupakan oleh manusia karena letaknya yang diapit oleh dua bulan mulia, yakni bulan haram Rajab dan bulan puasa Ramadhan.

Selain itu, Syaban merupakan waktu di mana amal-amal manusia diangkat kepada Allah SWT. Dalam hadits yang dihasankan oleh Syaikh al-Albani, Rasulullah SAW menyatakan keinginannya agar saat amalan tersebut diangkat, beliau sedang dalam keadaan melaksanakan ibadah puasa.

Baca Juga: Persiapan Ramadhan! Ini Jadwal Lengkap Puasa Bulan Syaban 2026, Lengkap dengan Niat dan Anjuran

Malam Nisfu Syaban dan Ragam Pendapat Ulama

Malam Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban yang jatuh pada tanggal 15 diprediksi terjadi pada Selasa, 3 Februari 2026. Mengenai keutamaannya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai validitas hadits-hadits yang menyertainya, meskipun sebagian besar ulama tetap memandangnya sebagai malam yang mulia.

Syaikh al-Albani menshahihkan hadits yang menyebutkan bahwa Allah SWT melihat kepada makhluk-Nya pada malam pertengahan Syaban untuk memberikan ampunan kepada semua makhluk, kecuali bagi orang musyrik dan orang yang sedang bermusuhan. Pandangan ini juga didukung oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah yang mencatat bahwa mayoritas ulama meyakini adanya keutamaan khusus pada malam tersebut.

Meskipun memiliki keutamaan, para ulama menekankan bahwa tidak ada riwayat shahih mengenai amalan spesifik atau ritual khusus yang wajib dilakukan pada malam Nisfu Syaban. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah secara umum dan mutlak tanpa pengkhususan tertentu untuk meraih keberkahan bulan ini.